FORA, SINDIA UTAMI (2026) PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA DI PEKON MANDIRI SEJATI KECAMATAN KRUI SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Keberhasilan suatu destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaannya. Pantai Mandiri di Pekon Mandiri Sejati memiliki potensi wisata yang cukup besar, namun keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya belum sepenuhnya melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata di Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aparatur pekon, masyarakat, pelaku usaha, pihak swasta, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Analisis penelitian mengacu pada teori partisipasi masyarakat Cohen dan Uphoff yang meliputi partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah berpartisipasi dalam pengelolaan pariwisata pada keempat tahapan tersebut, meskipun tingkat keterlibatannya belum merata. Pada tahap pengambilan keputusan, masyarakat memberikan usulan dan masukan melalui musyawarah yang diselenggarakan pemerintah pekon. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat berkontribusi melalui penyediaan jasa dan fasilitas wisata, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung berbagai aktivitas kepariwisataan. Partisipasi dalam pemanfaatan hasil terlihat dari meningkatnya peluang usaha, terbukanya lapangan pekerjaan, serta bertambahnya pendapatan masyarakat yang terlibat dalam sektor pariwisata. Sementara itu, partisipasi pada tahap evaluasi diwujudkan melalui penyampaian kritik, saran, dan masukan terhadap pengelolaan kawasan wisata. Meskipun demikian, partisipasi masyarakat belum optimal karena masih didominasi oleh masyarakat yang memiliki usaha di kawasan wisata, sedangkan sebagian masyarakat lainnya belum terlibat secara aktif. Selain itu, tidak aktifnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menyebabkan koordinasi dalam pengelolaan wisata belum berjalan secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan ii koordinasi antar pemangku kepentingan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan agar pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dapat berkembang secara lebih efektif dan berkelanjutan. ABSTRACT Community participation is one of the key factors in achieving sustainable tourism management. The success of a tourist destination is determined not only by its natural resources but also by the active involvement of local communities throughout the tourism management process. Mandiri Beach, located in Mandiri Sejati Village, has considerable tourism potential. However, community participation in its management has not yet involved all segments of the local community. This study aims to describe the forms of community participation in tourism management in Mandiri Sejati Village, South Krui District, West Pesisir Regency. This study employed a descriptive qualitative approach using field research methods. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving village officials, local community members, tourism business operators, private sector representatives, and tourists. The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis was based on Cohen and Uphoff's theory of community participation, which includes participation in decision-making, implementation, benefit-sharing, and evaluation. The findings indicate that the community has participated in all four stages of tourism management, although the level of participation remains uneven. In the decision-making stage, community members contributed ideas and suggestions through meetings organized by the village government. During the implementation stage, they participated by providing tourism-related services and facilities, maintaining environmental cleanliness, and supporting various tourism activities. Participation in benefit-sharing was reflected in increased business opportunities, expanded employment opportunities, and higher income among community members involved in the tourism sector. Meanwhile, participation in the evaluation stage was demonstrated through the provision of feedback, suggestions, and recommendations regarding tourism management. Nevertheless, community participation has not yet reached an optimal level, as it is still dominated by residents who own businesses within the tourism area, while many other community members remain less actively involved. Furthermore, the inactivity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) has limited coordination in tourism management. Therefore, strengthening local institutions, improving collaboration among stakeholders, and implementing iv sustainable community empowerment programs are essential to support more effective and sustainable community-based tourism management.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pengembangan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 02:51 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 02:51 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46577 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


