WAWAN, KURNIAWAN (2026) PENETAPAN HARGA DALAM JUAL BELI KAYU BALOKAN PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Di Pekon Bandar Sukabumi Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Nilai-nilai syari’at mengajak seorang muslim untuk menerapkan konsep tas’ir (penetapan harga) dalam kehidupan ekonomi, menentukan harga sesuai dengan nilai yang terkandung dalam barang tersebut. Dengan adanya tas’ir atau penetapan harga maka akan menghilangkan beban ekonomi yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh masyarakat, menghilangkan praktik�praktik penipuan, serta memungkinkan ekonomi dapat berjalan dengan mudah dan penuh kerelahan hati. Pemilik kayu balokan di Pekon Bandar Sukabumi Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus terdapat ketidaksesuaian ukuran kayu dalam objek akad. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana penetapan harga dalam jual beli kayu balokan perspektif hukum ekonomi syariah studi kasus di Pekon Bandar Sukabumi Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus Bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap penetapan harga dalam jual beli kayu balokan perspektif hukum ekonomi syariah studi di Pekon Bandar Sukabumi Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan informan yang terdiri pemilik toko kayu balokan, pembeli, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penetapan harga dalam jual beli kayu balokan di Pekon Bandar Sukabumi Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus dalam praktik jual beli kayu balokan telah memenuhi unsur dasar akad jual beli seperti adanya penjual dan pembeli, kesepakatan, dan harga yang jelas. Namun terdapat ketidaksesuaian pada objek akad, khususnya ukuran kayu yang tidak sesuai. Hal ini menyebabkan belum terpenuhinya syarat sah objek dalam hukum Islam. Meskipun diperbolehkan, praktik ini perlu perbaikan pada kejelasan ukuran kayu. Tinjauan hukum ekonomi syariah, praktik jual beli kayu balokan di Pekon Bandar Sukabumi pada dasarnya bertentangan dengan prinsip mu’amalah karena adanya pengurangan ukuran yang tidak sesuai dengan kesepakatan, sehingga melanggar ketentuan kejujuran, keadilan, dan larangan mengurangi takaran. Pada tingkat dharuriyat dan hajiyat, kayu memiliki peran vital dalam menjaga kemaslahatan hidup, khususnya kebutuhan tempat tinggal. Selain itu, keterbatasan alternatif bahan di daerah tersebut memperkuat alasan kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, meskipun terdapat unsur ketidaksesuaian ukuran praktik ini dapat ditoleransi. Dengan demikian, jual beli kayu balokan tersebut menjadi diperbolehkan secara kontekstual dengan mempertimbangkan kemaslahatan dan kondisi masyarakat setempat. ABSTRACT Islamic sharia values encourage Muslims to implement the concept of tas'ir (price fixing) in economic life, setting prices in accordance with the intrinsic value contained within a good. The presence of tas'ir eliminates economic burdens that might be out of reach for the community, eradicates fraudulent practices, and enables the economy to run smoothly with mutual consent. However, in Pekon Bandar Sukabumi, Bandar Negeri Semuong District, Tanggamus Regency, timber block owners engage in practices where discrepancies exist regarding the size of the timber in the contract's object. The research problems in this study are: How is price fixing implemented in the sale and purchase of timber blocks from the perspective of Islamic economic law in Pekon Bandar Sukabumi, Bandar Negeri Semuong District, Tanggamus Regency? And how does Islamic economic law review price fixing in the sale and purchase of timber blocks in Pekon Bandar Sukabumi, Bandar Negeri Semuong District, Tanggamus Regency? This study utilizes a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data sources consist of primary and secondary data, collected through observation, documentation, and interviews with key informants, including timber block shop owners and buyers. The results show that the pricing mechanism in the timber block trade in Pekon Bandar Sukabumi fulfills the basic elements of a sales contract (akad), such as the presence of a seller and buyer, mutual agreement, and a clear price. However, discrepancies in the object of the contract specifically inaccurate timber measurements result in a failure to meet the valid conditions for a contract's object under Islamic law. While the transaction is generally permitted, it requires improvement regarding the clarity of timber dimensions. From the perspective of Islamic economic law, this practice inherently contradicts transaction principles (mu'amalah) due to size reductions that deviate from the agreement, thereby violating rules of honesty, justice, and the prohibition against short-measuring. Nevertheless, at the dharuriyat (essential) and hajiyat (complementary) levels, timber plays a vital role in preserving life's welfare, particularly for housing needs. Furthermore, the limited availability of alternative materials in the area reinforces this necessity. Therefore, despite the measurement discrepancies, the practice can be tolerated. Consequently, the sale and purchase of timber blocks becomes contextually permissible by considering public interest (maslahah) and local conditions
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 05:04 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 05:04 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46526 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


