MOBILISASI PEMUDA SUMATRA SELATAN PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG (1942-1945)

MUHAMMAD, AKHDAN HARIIZAN (2026) MOBILISASI PEMUDA SUMATRA SELATAN PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG (1942-1945). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of ARTIKEL akhdan FULL.pdf] PDF
Download (3MB)

Abstract

Abstract: This study examines the mobilization of youth in South Sumatra through the formation of Gyugun during the Japanese occupation from 1942 to 1945. It aims to explain the strategic reasons behind Japan’s decision to designate South Sumatra as a defense base, analyze the mechanisms of youth mobilization, and identify its impact on national consciousness and the formation of Indonesia’s military forces. The research employs the historical method, including the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Primary sources consist of the newspaper “Kita Sumatora Shinbun” (1944) and combined with supporting secondary sources in the form of two books authored by Alamsjah Ratu Perwiranegara. The findings indicate that South Sumatra held strategic importance due to its geographical location and petroleum resources, which were vital to Japanese military operations. Youth mobilization was carried out through propaganda, selective recruitment, and intensive military training in Pagar Alam, Karang Dalo, and Palembang under strict Bushido discipline. However, this policy proved paradoxical, as Gyugun training intended to produce loyal defense units instead fostered national awareness, covert resistance, and laid the foundation for the establishment of the BKR, TKR, and ultimately the Indonesian National Armed Forces (TNI). The study concludes that Gyugun mobilization exhibited a dual character: while strengthening Japanese control, it simultaneously served as an incubator of nationalism that gave rise to Indonesia’s national military forces. Keywords: Gyugun, Japan, Mobilization, SouthSumatra. Mobilisasi Pemuda Sumatra Selatan Pada Masa Penjajahan Jepang (1942-1945) Abstrak: Penelitian ini mengkaji mobilisasi pemuda Sumatera Selatan melalui pembentukan Giyugun pada masa pendudukan Jepang 1942–1945. Tujuannya menjelaskan alasan strategis Jepang menjadikan Sumatera Selatan sebagai basis pertahanan, menganalisis mekanisme mobilisasi pemuda, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kesadaran nasional dan pembentukan kekuatan militer Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer berupa surat kabar Kita Sumatora Shinbun (1944) dan dipadukan dengan sumber sekunder pendukung berupa dua buku karya Alamsjah Ratu Perwiranegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki nilai strategis karena letak geografis dan kekayaan minyak bumi yang vital bagi operasi militer Jepang. Mobilisasi pemuda dilakukan melalui propaganda, rekrutmen selektif, dan pelatihan militer intensif di Pagar Alam, Karang Dalo, dan Palembang dengan disiplin Bushido. Namun, kebijakan ini bersifat paradoksal karena pelatihan Giyugun yang ditujukan untuk membentuk regu pertahanan dan tentara yang loyal justru menumbuhkan kesadaran nasional, resistensi tersembunyi, dan menjadi fondasi pembentukan BKR, TKR, hingga TNI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mobilisasi Giyugun menunjukkan dualitas: di satu sisi memperkuat kontrol militer Jepang, tetapi di sisi lain justru menjadi ruang tumbuhnya nasionalisme yang melahirkan kekuatan militer Indonesia. KataKunci:Gyugun, Jepang, Mobilisasi, SumatraSelatan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Adab > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Sep 2026 04:22
Last Modified: 16 Sep 2026 04:22
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46472

Actions (login required)

View Item View Item