Ronaldo, Khasmara (2026) EFEKTIVITAS KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH PROVINSI LAMPUNG DALAM PROSES PENGAWASAN TERHADAP KUALITAS SIARAN RADIO. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siaran radio lokal di Provinsi Lampung yang tidak sepenuhnya sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), terutama muatan lirik seksual, kasar, atau vulgar serta iklan dan klaim obat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kewenangan formal Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Lampung perlu ditelaah berdasarkan kemampuan nyata dalam mendeteksi, menindaklanjuti, dan mencegah pelanggaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas KPID Provinsi Lampung dalam proses pengawasan terhadap kualitas siaran radio. Analisis menggunakan teori efektivitas Gibson, Donnelly, dan Ivancevich melalui pendekatan pencapaian tujuan dan pendekatan sistem, serta diperdalam dengan ukuran efektivitas Mokoginta yang meliputi pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder. Informan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan dan pemahaman langsung terhadap pengawasan isi siaran, terutama Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran dan staf pengawasan KPID Provinsi Lampung. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi berupa data lembaga penyiaran, catatan teguran, serta dokumen pengawasan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan KPID Provinsi Lampung terhadap 54 lembaga penyiaran radio dilaksanakan melalui pemantauan, pencatatan dan analisis temuan, pembahasan pleno, klarifikasi, pembinaan, serta teguran berdasarkan P3SPS. Dalam periode 2021-2026 tercatat 21 kasus pelanggaran, yang didominasi muatan lirik seksual, kasar, atau vulgar. Ditinjau dari pencapaian tujuan dan integrasi, pengawasan telah berjalan cukup efektif karena memiliki dasar hukum, alur kerja berjenjang, koordinasi internal, tindak lanjut administratif, dan pembinaan kepada lembaga penyiaran. Namun, aspek adaptasi belum optimal karena pemantauan hanya berlangsung pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB, dilakukan secara manual oleh satu analis, belum didukung perekam audio yang memadai, dan belum mampu menjangkau siaran selama 24 jam secara merata, tetapi perlu diperkuat melalui sistem pemantauan berbasis teknologi, penambahan sumber daya, evaluasi pascateguran, dan strategi preventif yang berkelanjutan. ABSTRACT This study was prompted by the continued presence of local radio broadcasts in Lampung Province that do not fully comply with the Broadcasting Code of Conduct and Broadcasting Program Standards (P3SPS), particularly sexually suggestive, offensive, or vulgar song lyrics, as well as medicine advertisements and claims. This condition indicates that the formal authority of the Regional Indonesian Broadcasting Commission (KPID) of Lampung Province needs to be assessed based on its actual capacity to detect, follow up on, and prevent broadcasting violations. This study aims to describe and analyze the effectiveness of KPID Lampung Province in supervising the quality of radio broadcasts. The analysis applies the organizational effectiveness theory of Gibson, Donnelly, and Ivancevich through the goal-attainment and systems approaches and is further supported by Mokoginta's measures of goal attainment, integration, and adaptation. This study employed field research with a qualitative descriptive design. The data consisted of primary and secondary sources. Informants were selected purposively based on their direct involvement in and knowledge of broadcast content supervision, particularly the Coordinator of Broadcast Content Supervision and a supervision staff member at KPID Lampung Province. Data were collected through structured interviews, observation, and documentation, including broadcasting institution records, warning records, and supervisory documents. The data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings show that KPID Lampung Province supervised 54 radio broadcasting institutions through monitoring, recording and analyzing findings, plenary deliberations, clarification, guidance, and the issuance of warnings under P3SPS. During 2021-2026, 21 violations were recorded, predominantly involving sexually suggestive, offensive, or vulgar song lyrics. In terms of goal attainment and integration, supervision was fairly effective because it was supported by a legal basis, a tiered workflow, internal coordination, administrative follow-up, and guidance for broadcasting institutions. However, adaptation was not yet optimal because monitoring was conducted only from Monday to Friday between 8:00 a.m. and 4:00 p.m., relied on one analyst and manual procedures, lacked adequate audiorecording equipment, and could not evenly cover 24-hour broadcasting, but it should be strengthened through technology-based monitoring, additional resources, post-warning evaluation, and a sustainable preventive strategy.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 07:16 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 07:16 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46428 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


