FENNY, FRANSISKA (2026) PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU SABYAN GAMBUS. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Perkembangan musik religi di era digital menjadikan lagu sebagai salah satu media dakwah yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat. Sabyan Gambus merupakan grup musik religi yang banyak menghadirkan lirik bernuansa dakwah, khususnya pada lagu Ya Maulana dan Sapu Jagat. Kedua lagu tersebut mengandung pesan-pesan keislaman yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu Ya Maulana dan Sapu Jagat karya Sabyan Gambus serta membandingkan pesan dakwah yang terdapat pada kedua lagu tersebut berdasarkan aspek akidah, syariah, dan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa lirik lagu Ya Maulana dan Sapu Jagat, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) menurut Eriyanto yang meliputi penentuan fokus penelitian, unit analisis, kategorisasi, pengkodean, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis isi menurut Eriyanto dan analisis wacana, dapat disimpulkan bahwa lirik lagu Ya Maulana dan Sapu Jagat karya Sabyan Gambus mengandung pesan dakwah dalam aspek akidah, syariah, dan akhlak. Pada aspek akidah, Ya Maulana menekankan kecintaan dan penghambaan kepada Allah Swt., kesadaran dosa, taubat, serta harapan keselamatan akhirat. Sementara Sapu Jagat lebih menonjolkan tawakal, penerimaan terhadap ketentuan Allah, dan keyakinan terhadap kehidupan akhirat. Pada aspek syariah, Ya Maulana menekankan doa, sembah sujud, dan taubat, sedangkan Sapu Jagat menekankan doa untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat. Pada aspek akhlak, Ya Maulana mengajarkan kerendahan hati dan introspeksi, sementara Sapu Jagat menekankan sabar, ikhlas, tawakal, dan husnuzan kepada Allah. Berdasarkan analisis wacana, Ya Maulana membangun wacana penghambaan dan pertobatan, sedangkan Sapu Jagat membangun wacana perjalanan spiritual dari kegelisahan menuju penerimaan dan tawakal. Kedua lagu menjadi media dakwah yang memperkuat iman, ibadah, dan akhlak melalui pesan religius yang komunikatif. ABSTRACT The development of religious music in the digital era has made songs an effective medium for delivering Islamic values to society. Sabyan Gambus is a religious music group that frequently presents Islamic messages through its lyrics, particularly in the songs Ya Maulana and Sapu Jagat. This study aims to analyze the Islamic preaching messages contained in the lyrics of Ya Maulana and Sapu Jagat by Sabyan Gambus and to compare the messages in both songs based on the aspects of aqidah (faith), sharia (Islamic law), and akhlak (morality). This study employs a qualitative approach using library research. The primary data consist of the lyrics of Ya Maulana and Sapu Jagat, while secondary data are obtained from relevant books, journals, and literature. Data were collected through documentation, while data analysis employed Eriyanto‟s content analysis method, consisting of determining the research focus, analysis units, categorization, coding, interpretation, and conclusion drawing. Based on the results of content analysis and discourse analysis, the lyrics of Ya Maulana and Sapu Jagat contain Islamic preaching messages related to aqidah, sharia, and akhlak. In terms of aqidah, Ya Maulana emphasizes devotion to Allah, awareness of sin, repentance, and hope for salvation in the hereafter, while Sapu Jagat emphasizes reliance on Allah, acceptance of His decree, and belief in the hereafter. In terms of sharia, Ya Maulana highlights prayer, worship, and repentance, whereas Sapu Jagat emphasizes supplication for goodness in this world and the hereafter. In terms of akhlak, Ya Maulana conveys humility and self-reflection, while Sapu Jagat emphasizes patience, sincerity, reliance on Allah, and husnuzan toward Allah. Discourse analysis shows that Ya Maulana constructs a discourse of devotion and repentance, while Sapu Jagat constructs a spiritual journey from anxiety toward acceptance and reliance on Allah. Thus, both songs function as communicative media of Islamic preaching that strengthen faith, worship, and moral values through religious messages.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 08:14 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 08:14 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46334 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


