HIPNOTERAPI UNTUK REMAJA KECANDUAN GADGET DI KLINIK HIPNOTERAPI AULIA RAHMAN BANDAR LAMPUNG

ANITA, LEGIMAN (2026) HIPNOTERAPI UNTUK REMAJA KECANDUAN GADGET DI KLINIK HIPNOTERAPI AULIA RAHMAN BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 2.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI ANITA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Kecanduan gadget pada remaja semakin marak di era digital, menyebabkan gangguan perilaku seperti penurunan prestasi belajar, isolasi sosial, dan masalah emosi akibat paparan layar berlebih. Penelitian di Klinik Hipnoterapi Aulia Rahman Bandar Lampung menemukan kasus remaja kategori berat, yakni inisial A yang enggan sekolah dan inisial D yang terobsesi tren tidak sesuai usia. Hipnoterapi dipilih sebagai intervensi karena mampu mengakses alam bawah sadar untuk menanam sugesti positif, mengatasi akar masalah kecanduan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan hipnoterapi dalam menangani remaja yang mengalami kecanduan gadget di Klinik Hipnoterapi Aulia Rahman Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research, menggunakan observasi non-partisipan, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri dari 1 konselor dan 2 klien dengan teknik purposive sampling dan data sekunder berasal dari dokumen klinik. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hipnoterapi dilakukan melalui enam tahapan, yaitu: pada tahap preinduction interview, terapis melakukan asesmen awal dan membangun rapport dengan klien, tahap induction dilakukan melalui relaksasi, sugesti verbal, dan visualisasi untuk membawa klien ke kondisi fokus yang lebih dalam. Tahap deepening bertujuan memperdalam relaksasi dan menanamkan sugesti terkait kontrol diri serta pengurangan penggunaan gadget. Tahap depth level test digunakan untuk mengukur kesiapan klien menerima sugesti terapeutik. Selanjutnya, tahap termination dilakukan dengan mengembalikan klien ke kondisi sadar secara bertahap, sedangkan tahap post hypnotic behavior berfokus pada evaluasi perubahan perilaku setelah terapi. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kesadaran diri terhadap dampak negatif penggunaan gadget, kemampuan mengontrol keinginan bermain gadget, serta munculnya kebiasaan baru yang lebih produktif seperti belajar, berinteraksi sosial, dan melakukan aktivitas positif lainnya. Dari aspek kognitif, klien mulai mampu merefleksikan penggunaan gadget secara lebih rasional. Dari aspek emosional, klien menunjukkan kondisi yang lebih stabil dan tenang. Sedangkan dari aspek perilaku, klien mulai mampu mengontrol waktu penggunaan gadget dengan lebih baik. Kata Kunci: Hipnoterapi, kecanduan gadget, remaja, kontrol diri. ABSTRACT Gadget addiction among teenagers is getting more common in the digital era, causing behavioral issues like declining academic performance, social isolation, and emotional problems due to excessive screen time. Research at the Aulia Rahman Hypnotherapy Clinic in Bandar Lampung found severe cases among teens, like A, who was reluctant to go to school, and D, who was obsessed with age inappropriate trends. Hypnotherapy was chosen as an intervention because it can access the subconscious to instill positive suggestions and tackle the root of the addiction. This research aims to find out how hypnotherapy is applied to handle teenagers struggling with gadget addiction at the Aulia Rahman Hypnotherapy Clinic in Bandar Lampung. The study uses a qualitative approach with field research. This research is a descriptive qualitative study with a field research approach, using non-participant observation, unstructured interviews, and documentation. The primary data sources in this study consist of 1 counselor and 2 clients with purposive sampling techniques, and the secondary data comes from clinic documents. Data analysis includes reduction, presentation, and verification. The research results show that hypnotherapy is carried out through six stages, namely: in the pre-induction interview stage, the therapist conducts an initial assessment and builds rapport with the client. The induction stage is done through relaxation, verbal suggestion, and visualization to bring the client into a deeper state of focus. The deepening stage aims to deepen relaxation and instill suggestions related to self-control and reducing gadget use. The depth level test stage is used to measure the client’s readiness to receive therapeutic suggestions. Next, the termination stage is done by gradually bringing the client back to a conscious state, while the post hypnotic behavior stage focuses on evaluating behavior changes after therapy. This is marked by an increased self-awareness of the negative impacts of using gadgets, the ability to control the desire to play with gadgets, and the emergence of new, more productive habits like studying, socializing, and engaging in other positive activities. From a cognitive aspect, the client begins to reflect on gadget use more rationally. Emotionally, the client shows a more stable and calm state. In terms of behavior, the client starts to manage gadget usage time better. Keywords: Hypnotherapy, gadget addiction, teenagers, self-control .

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling Islam
Divisions: Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 31 Aug 2026 07:26
Last Modified: 31 Aug 2026 07:26
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46323

Actions (login required)

View Item View Item