MAKNA SPIRITUAL TRADISI UPACARA NGARUPUK DALAM BUDAYA HINDU JAWA DAN HINDU BALI PADA KECAMATAN WAY PANJI

FAIZ, SUSENA (2026) MAKNA SPIRITUAL TRADISI UPACARA NGARUPUK DALAM BUDAYA HINDU JAWA DAN HINDU BALI PADA KECAMATAN WAY PANJI. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of ARTIKEL LENGKAP.pdf] PDF
Download (3MB)

Abstract

Abstrak Tradisi Ngarupuk merupakan ritual penyucian penting dalam agama Hindu yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi sebagai simbol pengusiran energi negatif, penetralan kekuatan jahat, serta pengendalian sifat-sifat buruk dalam diri manusia. Tradisi ini menjadi wadah bagi masyarakat Hindu untuk melakukan pemurnian batin, menenangkan pikiran, dan mempersiapkan diri memasuki tahun baru Caka dengan kondisi spiritual yang lebih bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna spiritual dan simbolisme dalam pelaksanaan Ngarupuk pada komunitas Hindu Jawa dan Hindu Bali di Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan. Melalui pendekatan kualitatif menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, ditemukan bahwa praktik Ngarupuk pada masyarakat Hindu Jawa cenderung sederhana, berfokus pada suasana kontemplatif dan kesunyian batin, serta menekankan pembersihan diri melalui penggunaan obor, kentongan, dan simbol-simbol minimalis yang merepresentasikan pelepasan sifat negatif. Sebaliknya, masyarakat Hindu Bali melaksanakan Ngarupuk dengan prosesi yang lebih kompleks dan atraktif, seperti pawai ogoh-ogoh, ritual persembahan, dan simbol simbol adat yang kaya makna estetis dan kosmologis, yang menggambarkan perjuangan manusia melawan kekuatan negatif. Meskipun bentuk praktiknya berbeda, keduanya memiliki makna spiritual yang sama, yaitu penyucian diri, penguatan pengendalian diri, serta peneguhan hubungan manusia dengan aspek ketuhanan. Secara keseluruhan, tradisi Ngarupuk berperan penting dalam menjaga identitas religius masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan keharmonisan dalam kehidupan multikultural di Way Panji. Kata kunci: Ngarupuk, dinamika budaya, ritual keagamaan Abstract The Ngarupuk tradition is an important purification ritual in Hinduism, carried out on the eve of Nyepi as a symbol of expelling negative energies, neutralizing malevolent forces, and controlling destructive tendencies within human beings. This tradition serves as a medium for Hindus to purify their inner selves, calm the mind, and prepare spiritually for the Saka New Year in a state of greater purity and clarity. This study aims to examine the spiritual meaning and symbolism embedded in the Ngarupuk tradition among the Javanese Hindu and Balinese Hindu communities in Way Panji District, South Lampung. Using a qualitative approach through observation, in-depth interviews, and documentation, the study finds that Ngarupuk practices within the Javanese Hindu community tend to be simpler, emphasizing contemplative atmosphere, inner silence, and self-purification through the use of torches, bamboo slit drums, and other minimalistic symbols representing the release of negative traits. In contrast, the Balinese Hindu community conducts Ngarupuk through more elaborate and expressive rituals, such as ogoh-ogoh parades, offerings, and culturally rich ceremonial symbols that illustrate the human struggle against negative forces. Although these practices differ in form, both share the same spiritual orientation: purification of the soul, strengthening self-control, and affirming the relationship.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 31 Aug 2026 04:14
Last Modified: 31 Aug 2026 04:14
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46315

Actions (login required)

View Item View Item