PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGENALKAN PENDIDIKAN SEKS USIA DINI PADA ANAK AUTISME DI SLB IT BAITUL JANNAH PRAMUKA BANDAR LAMPUNG

SILVI, RETNO PALUPI (2026) PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGENALKAN PENDIDIKAN SEKS USIA DINI PADA ANAK AUTISME DI SLB IT BAITUL JANNAH PRAMUKA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT BAB 1 DAN 2.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI SILVI RETNO PALUPI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Anak autisme merupakan anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan dalam komunikasi sosial, interaksi sosial, serta pemahaman terhadap norma-norma sosial. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anak autisme mengalami kesulitan memahami konsep abstrak, termasuk mengenai pendidikan seks usia dini, seperti mengenali bagian tubuh pribadi, membedakan ruang privat dan ruang publik, serta memahami perilaku yang sesuai dalam berbagai situasi. Kurangnya pemahaman mengenai pendidikan seks usia dini dapat mengakibatkan anak menunjukkan perilaku yang kurang sesuai dengan norma sosial karena belum memahami batasan tubuh maupun perilaku yang seharusnya dilakukan di lingkungan tertentu. Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan kelompok yang didukung dengan penggunaan media gambar sebagai sarana pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar visual pada anak autisme sehingga materi pendidikan seks usia dini dapat disampaikan secara lebih konkret dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penggunaan media gambar melalui bimbingan kelompok dalam mengenalkan pendidikan seks usia dini pada anak autisme di SLB IT Baitul Jannah Pramuka Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu satu orang konselor, satu orang wali kelas atau guru pendamping, serta tiga orang siswa autisme kelas II SMPLB yang mengikuti layanan bimbingan kelompok. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok menggunakan media gambar dilaksanakan sesuai dengan tahapan bimbingan kelompok menurut Prayitno, yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran. Pada tahap pembentukan, konselor membangun hubungan yang positif dengan peserta, menjelaskan tujuan, asas, dan aturan kelompok. Tahap peralihan dilakukan dengan mempersiapkan peserta memasuki kegiatan inti melalui pengenalan media gambar dan aktivitas sederhana yang berkaitan dengan pengalaman peserta. Tahap kegiatan. merupakan inti layanan, di mana konselor menggunakan board book Tubuhku Rahasiaku, buku cerita bergambar Aku Bisa Melindungi Diriku, dan buku cerita bergambar Aku Anak Baik dan Sopan untuk mengenalkan bagian tubuh pribadi, ruang privat dan ruang publik, cara menjaga diri, serta perilaku yang sesuai dalam kehidupan sehari hari. Tahap pengakhiran dilakukan melalui evaluasi, refleksi, penyimpulan materi, dan pemberian penguatan positif kepada peserta. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media gambar melalui bimbingan kelompok membantu konselor menyampaikan materi pendidikan seks usia dini secara lebih konkret sesuai dengan karakteristik anak autisme. Ilustrasi visual dan alur cerita yang sederhana memudahkan peserta memahami materi, meningkatkan keterlibatan mereka selama proses bimbingan kelompok, serta memberikan gambaran mengenai pentingnya menjaga tubuh, memahami batasan privasi, dan menerapkan perilaku yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Media Gambar, Bimbingan Kelompok, Pendidikan Seks Usia Dini, Anak Autisme. ABSTRACT Children with autism are children with special needs who experience difficulties in social communication, social interaction, and understanding social norms. These limitations often make it difficult for them to understand abstract concepts, including early childhood sex education, such as recognizing private body parts, distinguishing between private and public spaces, and understanding appropriate behavior in different social situations. A lack of understanding of early childhood sex education may lead children with autism to display behaviors that are inconsistent with social norms because they have not yet developed an understanding of bodily boundaries and appropriate behavior in various environments. Therefore, group guidance supported by the use of picture media is needed as an educational approach that accommodates the visual learning characteristics of children with autism, enabling early childhood sex education materials to be delivered in a more concrete and comprehensible manner. This study aimed to describe the process of using picture media through group guidance to introduce early childhood sex education to children with autism at SLB IT Baitul Jannah Pramuka Bandar Lampung. This study employed a qualitative descriptive approach using field research methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data sources consisted of primary and secondary data. The research participants were selected using a purposive sampling technique and included one counselor, one homeroom teacher or teaching assistant, and three second-grade junior high school students with autism who participated in the group guidance program. Data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of group guidance using picture media followed Prayitno's four stages of group guidance, namely the formation stage, transition stage, activity stage, and termination stage. During the formation stage, the counselor established a positive relationship with the participants and explained the objectives, principles, and group rules. The transition stage focused on preparing the participants for the core activities by introducing picture media and conducting simple activities related to their daily experiences. The activity stage constituted the core of the guidance process, during which the counselor utilized the board book Tubuhku Rahasiaku (My Body, My Secret), the illustrated storybook Aku Bisa Melindungi Diriku (I Can Protect Myself), and the illustrated storybook Aku Anak Baik dan Sopan (I Am a Good and Polite Child) to introduce private body parts, private and public spaces, self-protection, and appropriate behavior in everyday life. The termination stage included evaluation, reflection, summarizing the learning materials, and providing positive reinforcement to the participants. The findings indicate that the use of picture media in group guidance helped counselors present early childhood sex education materials in a more concrete manner that was appropriate to the learning characteristics of children with autism. The visual illustrations and simple storylines facilitated participants' understanding of the materials, encouraged their active participation throughout the group guidance sessions, and helped them develop an understanding of body privacy, personal boundaries, and appropriate behavior in daily life. Keywords: Picture Media, Group Guidance, Early Childhood Sex Education, Children With Autism.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Psikologi Islam
Divisions: Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 24 Aug 2026 03:28
Last Modified: 24 Aug 2026 03:28
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46220

Actions (login required)

View Item View Item