Irfan, Ferdiansah (2026) KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MEMOTIVASI JAMAAH MENGHAFAL AL-QURAN DI MAJELIS TAKLIM AT TAUBAH GRIYA PARUNG PANJANG BOGOR. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi persuasif dalam membangun dan menjaga motivasi jamaah untuk menghafal Al-Qur'an. Di Majelis Taklim At-Taubah Griya Parung Panjang Bogor, mayoritas jamaah merupakan ibu rumah tangga yang menghadapi hambatan internal seperti rasa kurang percaya diri karena faktor usia, keterbatasan waktu, serta motivasi belajar yang fluktuatif. Jika tidak dikelola dengan strategi komunikasi yang tepat, hambatan tersebut berpotensi menurunkan konsistensi (istiqamah) jamaah dalam program tahfiz. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan implementasi komunikasi persuasif serta teknik pembelajaran yang digunakan oleh pembina/ustadzah dalam memotivasi jamaah menghafal Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang jelas, meliputi 3 orang pengurus/pembina yang aktif berdakwah dan berpengalaman minimal 2 tahun, serta 5 orang jamaah aktif berusia 30–60 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yang diterapkan di Majelis Taklim At-Taubah terbukti efektif membangkitkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik jamaah melalui empat metode utama: 1. Metode Pay-off Idea: Diterapkan dengan menjelaskan keutamaan, pahala, serta manfaat spiritual dan emosional menghafal Al-Qur'an bagi kehidupan sehari-hari. 2. Metode Icing: Diterapkan melalui penggunaan bahasa yang santun, penyampaian kisah-kisah inspiratif, humor segar, serta penciptaan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan. 3. Metode Coercive (Educative Discipline): Diwujudkan melalui penegakan komitmen kedisiplinan, target hafalan yang fleksibel, serta evaluasi/setoran (tasmi') berkala tanpa adanya paksaan atau tindakan represif 4. Metode Rational: Diterapkan melalui penyampaian dalil Al-Qur'an dan hadis serta penjelasan logis mengenai teknik menghafal secara bertahap. Selain itu, efektivitas motivasi diperkuat oleh pemberian reward atau apresiasi yang jelas—baik berupa penghargaan verbal (pujian dan doa) maupun reward materiil sederhana (seperti mushaf Al-Qur'an dan sertifikat capaian)— serta penerapan teknik pembelajaran yang adaptif. Perpaduan metode dan reward tersebut secara nyata mampu meningkatkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan konsistensi jamaah dalam menjaga serta menambah hafalan Al-Qur'an secara berkelanjutan. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Motivasi Menghafal, Majelis Taklim, Tahfiz Al-Qur'an. ABSTRACT This study was motivated by the importance of persuasive communication in fostering and maintaining the motivation of congregants to memorize the Holy Qur'an. At Majelis Taklim At-Taubah Griya Parung Panjang Bogor, the majority of congregants are housewives facing internal obstacles, such as lack of self-confidence due to age factors, time constraints, and fluctuating motivation. Without appropriate communication strategies, these obstacles could hinder their consistency in the memorization program. This study aims to analyze the forms and implementation of persuasive communication as well as instructional techniques employed by instructors to motivate congregants in memorizing the Qur'an. This research applied a qualitative approach with a field research design. Informants were selected using a purposive sampling technique based on explicit criteria: 3 active administrators/instructors with at least 2 years of preaching experience, and 5 active congregants aged 30–60 years. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings reveal that persuasive communication at Majelis Taklim At-Taubah effectively enhances intrinsic and extrinsic motivation through four primary methods: 1. Pay-off Idea Method: Applied by explaining the virtues, rewards, and spiritual/emotional benefits of memorizing the Qur'an in daily life. 2. Icing Method: Implemented through polite language, inspiring stories, light humor, and a warm, enjoyable learning environment. 3. Coercive Method (Educative Discipline): Reflected in commitment to discipline, flexible targets, and regular submission schedules (tasmi') without coercion or repressive actions. 4. Rational Method: Executed through Qur'anic verses, Hadith, and logical explanations of step-by-step memorization techniques. Furthermore, motivation was reinforced by clear rewards—both verbal appreciation (praises and prayers) and simple tangible rewards (such as Qur'an copies and achievement certificates)—alongside adaptive instructional techniques. The integration of these methods and rewards significantly boosted congregants' confidence, discipline, and consistency in maintaining and increasing their Qur'an memorization. Keywords: Persuasive Communication, Memorization Motivation, Majelis Taklim, Qur'anic Tahfiz.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 03:16 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 03:16 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46196 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


