Putri, Yuliani (2026) PERAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBINA KEMANDIRIAN ANAK DOWN SYNDROME DI KOMUNITAS SAHABAT DIFABEL LAMPUNG (SADILA). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Pola asuh merupakan serangkaian sikap, perilaku, dan strategi yang diterapkan orang tua dalam mendidik, membimbing, serta mengarahkan anak selama proses tumbuh kembangnya. Pola asuh yang diberikan orang tua akan memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan kemandirian. Kemandirian sendiri merupakan kemampuan individu untuk melakukan berbagai aktivitas, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap dirinya tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Pada anak dengan down syndrome, kemandirian menjadi salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan karena keterbatasan intelektual dan adaptif yang mereka miliki dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, anak dengan down syndrome tetap memiliki potensi untuk berkembang dan mencapai kemandirian sesuai dengan kapasitas serta kemampuan yang dimilikinya apabila memperoleh pengasuhan, bimbingan, dan dukungan yang tepat dari orang tua maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan peran pola asuh orang tua dalam membina kemandirian anak down syndrome di Komunitas Sahabat Difabel Lampung (SADILA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang tua yang memiliki anak down syndrome berusia 17–21 tahun dan tergabung dalam Komunitas Sahabat Difabel Lampung (SADILA) yaitu Ibu SS (54 Tahun), Ibu YA (56 Tahun), dan Ibu W (52 Tahun). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi non-partisipan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian data-data hasil penelitian yang diperoleh tersebut diolah menggunakan tools software Nvivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pola asuh orang tua dalam membina kemandirian anak down syndrome diwujudkan melalui pemberian tuntutan yang disesuaikan dengan kemampuan anak serta kehangatan dan penerimaan yang konsisten. Pola asuh tersebut berkontribusi terhadap berkembangnya kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai pada anak, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengelola aktivitas sehari-hari, mengambil keputusan sederhana, bertanggung jawab terhadap perilaku, serta memahami nilai dan aturan yang berlaku di lingkungan sosialnya. Kata Kunci: pola asuh orang tua, kemandirian, down syndrome ABSTRACT Parenting is a series of attitudes, behaviors, and strategies applied by parents in educating, guiding, and directing children throughout their developmental process. Parenting practices influence various aspects of child development, including the development of independence. Independence refers to an individual's ability to perform activities, make decisions, and take responsibility for themselves without excessive dependence on others. For children with Down syndrome, independence is an important developmental aspect that needs to be fostered because their intellectual and adaptive limitations may affect their ability to carry out daily activities. Nevertheless, children with Down syndrome have the potential to develop independence according to their capacities and abilities when provided with appropriate care, guidance, and support from parents and their surrounding environment. This study aims to explore and describe the role of parenting styles in promoting the independence of children with Down syndrome within the Sahabat Difabel Lampung (SADILA) Community. This study employed a qualitative approach with a phenomenological method. The research participants consisted of three parents who have children with down syndrome aged 17–21 years and are members of the Sahabat Difabel Lampung Community (SADILA) namely Mrs. SS (54 years old), Mrs. YA (56 years old), and Mrs. W (52 years old). Data were collected through semi-structured interviews and non-participant observation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while the research findings were processed using NVivo 12 Pro software. The results showed that the role of parenting in fostering the independence of children with Down syndrome was manifested through the provision of demands adjusted to the child's abilities, as well as consistent warmth and acceptance. These parenting practices contributed to the development of emotional autonomy, behavioral autonomy, and value autonomy, as reflected in the children's ability to manage daily activities, make simple decisions, take responsibility for their behavior, and understand the values and rules that apply within their social environment. Keywords: parenting, independence, down syndrome
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Psikologi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 08:18 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 08:18 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46140 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


