Rafiatha, Nabil Kaha (2026) PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA PASCA BANJIR DI DESA WAY GALIH, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi dan memberikan dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta kondisi lingkungan masyarakat. Dampak pasca banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga memengaruhi aktivitas masyarakat, kesehatan, serta kesejahteraan sosial. Dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana pasca banjir, diperlukan adanya mitigasi bencana yang melibatkan berbagai pihak, terutama partisipasi aktif masyarakat sebagai unsur utama dalam penanggulangan bencana. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting karena masyarakat memiliki peran dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, serta evaluasi kegiatan mitigasi bencana. Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir dan membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi pasca bencana. Bentuk partisipasi masyarakat dapat terlihat melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, perbaikan fasilitas umum, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta keterlibatan dalam program penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah maupun lembaga terkait. Namun, tingkat partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kesadaran, pendidikan, kondisi sosial ekonomi, dan dukungan pemerintah desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana pasca banjir serta faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat di Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan kapasitas masyarakat terhadap mitigasi bencana secara berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari kepala desa, 2 orang warga sekitar, 1 orang karang taruna, dan 1 orang bendahara karang taruna. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan bentuk perubahan perilaku remaja setelah adanya tempat hiburan malam karoke. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Strategi yang dapat dilakukan pada partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana pasca banjir adalah meliputi, pencegahan bencana, kesiapsiagaan bencana, penanganan saat terjadi bencana, pengembangan mitigasi bencana di masa depan, dan faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana pasca banjir meliputi tingginya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap risiko banjir, dukungan dan peran aktif pemerintah desa, kuatnya budaya gotong royong dalam masyarakat, ketersediaan informasi dan sosialisasi mitigasi bencana, pengalaman menghadapi bencana banjir sebelumnya, dan adanya kerjasama antarwarga dan lembaga masyarakat. Faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana pasca banjir meliputi keterbatasan waktu masyarakat, kurangnya pemahaman sebagian masyarakat tentang mitigasi bencana, keterbatasan sarana dan prasarana, dan kondisi cuaca dan lingkungan. Kata kunci : Partisipasi masyarakat, mitigasi bencana pasca banjir, penanggulangan bencana, Lampung Selatan. ABSTRACT Flooding is a frequent environmental problem that impacts social and economic life, as well as the environmental conditions of communities. The post-flood impacts not only cause physical damage but also affect community activities, health, and social well-being. To reduce the risk and impact of post-flood disasters, disaster mitigation efforts are needed that involve various parties, especially active community participation as a key element in disaster management. Community participation is crucial because it plays a role in the planning, implementation, utilization, and evaluation of disaster mitigation activities. Way Galih Village, Tanjung Bintang District, South Lampung Regency, is one of the areas affected by flooding and requires community involvement in post-disaster mitigation efforts. Community participation can be seen through community work activities such as cleaning the environment, repairing public facilities, disaster preparedness, and involvement in disaster management programs carried out by the government and related institutions. However, the level of community participation is influenced by various factors such as awareness, education, socioeconomic conditions, and support from the village government. Therefore, this study aims to determine the forms of community participation in post flood disaster mitigation and the factors influencing community participation in Way Galih Village, Tanjung Bintang District, South Lampung Regency. This research is expected to contribute to strengthening community capacity for sustainable disaster mitigation. This research is a field study using a qualitative approach. The data sources used in this study consist of primary and secondary data. Data collection methods include interviews, observation, and documentation. Five informants participated in this study: the village head, two local residents, one youth organization member, and one youth organization treasurer. Data analysis was conducted descriptively to describe changes in adolescent behavior following the establishment of a karaoke nightclub. Data analysis techniques used in this study included data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The results of this study explain that strategies for community participation in post-flood disaster mitigation include disaster prevention, disaster preparedness, disaster response during a disaster, and development of future disaster mitigation strategies. Supporting factors for community participation in post-flood disaster mitigation include high community awareness and concern for flood risks, support and active participation of the village government, a strong culture of mutual cooperation within the community, availability of information and outreach on disaster mitigation, experience in dealing with previous flood disasters, and cooperation between residents and community institutions. Factors inhibiting community participation in post-flood disaster mitigation include limited time, a lack of understanding of disaster mitigation among some, limited facilities and infrastructure, and weather and environmental conditions. Keywords: Community participation, post-flood disaster mitigation, disaster management, South Lampung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 08:24 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 08:24 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


