KOMUNIKASI ANTARBUDAYA SANTRI BARU DALAM BERADAPTASI DI PONDOK PESANTREN ISTIQOMAH AL-AMIN CINTAMULYA, LAMPUNG SELATAN

AISYAH, NUR HIDAYAH (2026) KOMUNIKASI ANTARBUDAYA SANTRI BARU DALAM BERADAPTASI DI PONDOK PESANTREN ISTIQOMAH AL-AMIN CINTAMULYA, LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 AISYAH.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI AISYAH NUR HIDAYAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses komunikasi antarbudaya santri baru dalam beradaptasi dengan penggunaan Bahasa Jawa krama di Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin Cintamulya, Lampung Selatan. Santri baru yang berasal dari latar belakang daerah, bahasa, dan budaya berbeda harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan komunikasi pesantren yang menekankan kesopanan, penghormatan, serta penggunaan Bahasa Jawa krama dalam interaksi sehari-hari. Perbedaan tersebut memengaruhi cara santri menyampaikan, menerima, dan memahami pesan. Oleh karena itu, proses adaptasi komunikasi menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial santri selama tinggal dan belajar di pesantren bersama santri dan pihak pesantren lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer diperoleh langsung dari tiga santri baru dan satu ustadz yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan, pengalaman, serta pengetahuan mereka mengenai proses komunikasi dan adaptasi santri baru. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, karya ilmiah, dan dokumen yang berkaitan dengan komunikasi antarbudaya, adaptasi, serta adab berbicara. Seluruh data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian tersebut secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antarbudaya santri baru berlangsung secara bertahap. Pada tahap awal, santri mengalami kebingungan, kecanggungan, dan rasa takut salah karena belum memahami kosakata, pengucapan, struktur kalimat, logat, serta norma penggunaan Bahasa Jawa krama. Santri kemudian beradaptasi dengan mendengarkan percakapan, bertanya kepada teman, berbaur dengan lingkungan, menerima koreksi, dan mencoba menggunakan Bahasa Jawa krama dalam situasi tertentu. Hambatan komunikasi dapat dikurangi melalui penggunaan Bahasa Indonesia, dukungan teman sebaya, serta pembiasaan. Proses tersebut juga membentuk sikap, hubungan sosial, dan adab komunikasi santri dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Santri Baru, Adaptasi, Bahasa Jawa Krama, Pondok Pesantren. ABSTRACT This study aims to describe the intercultural communication process of new students adapting to the use of Javanese krama at the Istiqomah Al-Amin Cintamulya Islamic Boarding School in South Lampung. New students from diverse regional, linguistic, and cultural backgrounds must adapt to the pesantren's communication customs, which emphasize politeness, respect, and the use of Javanese krama in daily interactions. These differences influence how students convey, receive, and understand messages. Therefore, the communication adaptation process is an important part of the students' social life while living and studying at the pesantren, alongside other students and the pesantren's staff. This study was conducted using a qualitative descriptive field study. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Primary data were obtained directly from three new students and one ustadz (teacher) selected using purposive sampling based on their involvement, experience, and knowledge regarding the communication process and adaptation of new students. Secondary data were obtained from books, journals, scientific papers, and documents related to intercultural communication, adaptation, and speaking etiquette. All data was analyzed systematically through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing, in accordance with the focus and objectives of the study. The results indicate that the intercultural communication process between new students (santri) occurs gradually. In the initial stages, students experience confusion, awkwardness, and a fear of making mistakes due to their lack of understanding of vocabulary, pronunciation, sentence structure, accent, and norms for using Javanese krama. Students then adapt by listening to conversations, asking friends, mingling with the environment, accepting correction, and attempting to use Javanese krama in certain situations. Communication barriers can be reduced through the use of Indonesian, peer support, and habituation. This process also shapes the students' attitudes, social relationships, and communication etiquette in their daily lives within the Islamic boarding school environment. Keywords: Cross-Cultural Communication, New Boarding School Students, Adaptation, Javanese Krama, Islamic Boarding School.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Aug 2026 04:01
Last Modified: 12 Aug 2026 04:01
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45952

Actions (login required)

View Item View Item