PENYELESAIAN WANPRESTASI ATAS MOBIL RENTAL DISEWAKAN KE PIHAK KETIGA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi di Rental Mobil HS Rent Car Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung)

MUHAMMAD, VITHO ALWAAN (2026) PENYELESAIAN WANPRESTASI ATAS MOBIL RENTAL DISEWAKAN KE PIHAK KETIGA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi di Rental Mobil HS Rent Car Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 M VITHO.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI M VITHO ALWAAN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Terjadinya wanprestasi di HS Rent Car Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung karena penyewa terlambat mengembalikan mobil yang mana perjanjian sewa menyewa mobil di Hs Rent Car selama 7 hari namun karena penyewa tersebut mengtake over mobil tersebut kepada pihak lain membuat masa pengembalian mobil menjadi terlambat 3 hari yang seharusnya masa sewa 7 hari menjadi 10 hari, yang menjadi pemicu keterlambatan tersebut yaitu pihak lain membawa mobil yang tersebut ke luar Lampung dan terdapat kerusakan ringan pada obyek sewa membuat HS Rent Car meminta ganti rugi akan tetapi pihak penyewa tidak mau bertanggung jawab dengan alasan bukan penyewa yang merusak obyek sewa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik penyelesaian wanprestasi atas mobil rental disewakan ke pihak ketiga di Rental Mobil HS Rent Car Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung dan bagaimana penyelesaian wanprestasi atas mobil rental disewakan ke pihak ketiga tinjauan hukum Islam di Rental Mobil HS Rent Car Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode menghasilkan data deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan dilakukan dengan mengkaji data yang bersumber dari lokasi atau lapangan penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Penyelesaian Wanprestasi atas mobil rental yang disewakan ke pihak ketiga di HS Rent Car Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung yaitu pihak HS Rent Car dengan penyewa dilakukan bersama-sama atau musyawarah guna mencapai suatu kesepakatan bersama guna tidak merugikan salah satu pihak karena menurut HS Rent Car pemecahan masalah apabila dilakukan secara bersama-sama dengan tidak merugikan salah satu pihak akan lebih baik guna untuk menjaga nama baik rental dengan tetap mempertahankan konsumennya agar tetap menjadi konsumen tetap dalam melakukan sewa untuk selanjutnya. Namun ketika musyawarah tidak dapat menyelesaikan wanprestasi yang terjadi maka pihak HS Rent Car menempuh jalur hukum. Penyelesaian Wanprestasi atas mobil rental yang disewakan ke pihak ketiga di HS Rent Car sesuai dengan hukum Islam karena adanya asas kebebasan berkontrak, jadi kesepakatan kedua belah pihak yang melakukan perjanjian berdasarkan musyawarah mufakat dalam penyelesaian wanprestasi merupakan salah satu usaha untuk mencapai ketentuan syariat Islam, sehingga tidak ada salah satu pihak yang terdzalimi, selain itu penyelesaian wanprestasi ini dilakukan atas dasar kemaslahatan, sehingga tidak bertentangan dengan ajaran Islam. ABSTRACT A breach of contract occurred at HS Rent Car, Tanjung Senang District, Bandar Lampung, due to the late return of the car. The rental agreement at HS Rent Car stipulated a 7-day rental period. However, because the renter took the car over to another party, the return period was delayed by 3 days, resulting in a 10-day delay. The delay was caused by the other party taking the car out of Lampung. Minor damage to the rental property caused HS Rent Car to demand compensation. However, the renter refused to accept responsibility, claiming that the damage was not caused by the renter. This study aims to determine the practice of resolving breaches of contract for rental cars rented to other parties at HS Rent Car Rental, Tanjung Senang District, Bandar Lampung, and how to resolve breaches of contract for rental cars rented to other parties, based on Islamic law. The method used is a qualitative method, namely a method for producing descriptive data. The type of research used in this study is field research. Field research is conducted by examining data sourced from the research location or field. This research is descriptive and analytical in nature. Based on the research results, it can be concluded that the Settlement of Default on rental cars rented to other parties at Hs Rent Car, Tanjung Senang District, Bandar Lampung, namely HS Rent Car and the renter is carried out together or through deliberation to reach a mutual agreement in order not to harm either party because according to HS Rent Car, problem solving if done together without harming either party will be better in order to maintain the good name of the rental by maintaining its consumers to remain regular consumers in making future rentals. However, when deliberation cannot resolve the default that occurs, HS Rent Car takes legal action. Settlement of Default on rental cars rented to other parties at Hs Rent Car is in accordance with Islamic law because of the principle of freedom of contract, so the agreement of both parties who make an agreement based on deliberation and consensus in resolving default is one effort to achieve the provisions of Islamic law, so that no one party is wronged, in addition, the settlement of this default is carried out on the basis of benefit, so it does not conflict with Islamic teachings.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 10 Aug 2026 02:40
Last Modified: 10 Aug 2026 02:40
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45819

Actions (login required)

View Item View Item