CALISTA, ARVI PATRICIA (2026) GAMBARAN DISONANSI KOGNITIF PADA WANITA DEWASA BERHIJAB YANG MEROKOK. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
Abstract
Abstract The phenomenon of adult Muslim women who wear the hijab and smoke reflects an inconsistency between cognitions in the form of religious values and self-identity and the smoking behavior maintained by individuals. This study aims to describe the dynamics of cognitive dissonance among adult Muslim women who wear the hijab and smoke. A descriptive qualitative approach was employed to explore the participants' psychological experiences in depth. Participants were selected using purposive sampling with the criteria of hijab-wearing women who smoke. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using NVivo 12 Plus, while source triangulation was applied to ensure data credibility. The findings indicate that all participants experienced cognitive dissonance manifested in four main aspects. In terms of logical inconsistency, participants consciously acknowledged the conflict between their religious beliefs and smoking behavior, yet continued to maintain the behavior. Regarding social stigma and public opinion, participants demonstrated a high level of perceived social evaluation related to their religious identity, which generated intrapsychic tension due to the discrepancy between self-concept and behavior. In the aspect of cultural values and norms, dissonance reduction was achieved through cognitive rationalization, religious compensation, and social identity management, such as concealing smoking behavior in certain contexts to maintain personal comfort. Concerning past experiences, affective factors such as stress, emotional conflict, and personal experiences played a reinforcing role in sustaining smoking behavior as a form of emotion regulation. Furthermore, the findings suggest that cognitive dissonance among hijab wearing women who smoke is a multidimensional phenomenon involving the interaction of cognitive, affective, and social aspects. Theoretically, this study contributes to the development of social psychology and religious psychology by demonstrating that dissonance reduction tends to occur through cognitive adjustment rather than behavioral change in order to maintain psychological balance and continuity of self-identity Keywords: cognitive dissonance, religius identity, smoking behavior, emotion regulation, social stigma Abstrak Fenomena wanita dewasa muslimah berhijab yang merokok merefleksikan adanya ketidaksesuaian antara kognisi berupa nilai religius dan identitas diri dengan perilaku merokok yang dipertahankan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika disonansi kognitif pada wanita dewasa muslimah berhijab yang merokok, menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan pengalaman psikologis subjek secara mendalam. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria perempuan berhijab yang merokok. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Plus dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami disonansi kognitif yang termanifestasi dalam empat aspek utama. Pada aspek inkonsistensi logis, subjek secara sadar mengakui adanya konflik antara keyakinan religius dan perilaku merokok, namun tetap mempertahankan perilaku tersebut. Pada aspek stigma sosial dan pendapat umum, subjek menunjukkan perceived social evaluation yang tinggi terkait identitas religius, yang memicu ketegangan intrapsikis akibat ketidaksesuaian antara self-concept dan perilaku. Pada aspek nilai dan norma budaya, reduksi disonansi dilakukan melalui mekanisme rasionalisasi kognitif, kompensasi religius, serta manajemen identitas sosial, seperti penyembunyian perilaku dalam konteks tertentu untuk menjaga kenyamanan individu. Pada aspek pengalaman masa lalu, faktor afektif seperti stres, konflik emosional, dan pengalaman personal berperan sebagai penguat dalam mempertahankan perilaku merokok sebagai bentuk regulasi emosi. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa disonansi kognitif pada wanita berhijab yang merokok merupakan fenomena multidimensional yang melibatkan interaksi aspek kognitif, afektif, dan sosial. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian psikologi sosial dan psikologi religius, khususnya dalam memahami bahwa reduksi disonansi lebih banyak dilakukan melalui penyesuaian kognitif dibandingkan perubahan perilaku guna mempertahankan keseimbangan psikologis dan identitas diri. Dengan demikian, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan pendekatan intervensi serta melibatkan partisipan yang lebih beragam guna meningkatkan generalisasi temuan. Kata kunci: disonansi kognitif, identitas religius, perilaku merokok, regulasi emosi, stigma sosial
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Psikologi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 01:44 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 01:44 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45630 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


