AYUNITA, FEBRIANI (2026) DAMPAK MEDIA SOSIAL BAGI PEREMPUAN GENERASI Z TENTANG PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Pada Mahasiswi Gen Z Fakultas Syariah Program Studi Hukum Keluarga Angkatan 2022 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Pernikahan merupakan suatu harapan yang pada umumnya diinginkan oleh setiap individu, baik pada usia muda maupun tua. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin terbukanya akses informasi, pandangan terhadap pernikahan mengalami perubahan. Jika dahulu pernikahan menjadi dambaan utama, kini generasi muda menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi oleh arus informasi di media sosial. Standar pernikahan yang cenderung tidak realistis menyebabkan sebagian generasi muda tidak lagi menjadikan pernikahan sebagai prioritas dalam hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dampak media sosial terhadap minat menikah pada Generasi Z, serta mengkaji bagaimana perspektif hukum Islam dapat memberikan solusi terhadap dampak negatif tersebut, khususnya mahasiswi Hukum Keluarga Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden atau subjek penelitian, serta data sekunder yang dikumpulkan melalui studi literatur, yaitu dengan membaca, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber yang relevan dengan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang bersifat dualistik terhadap minat menikah Generasi Z khususnya mahasiswi Hukum Keluarga Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Angkatan 2022. Pertama, dampak negatif terlihat dari munculnya keengganan untuk menikah di usia muda akibat tingginya standar dan konsep pernikahan yang tidak realistis. Selain itu, maraknya informasi mengenai perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta gambaran kehidupan pernikahan yang tidak sesuai realitas turut menimbulkan rasa takut untuk memasuki jenjang pernikahan. Kedua, dampak positifnya adalah meningkatnya sikap selektif dalam memilih pasangan serta munculnya motivasi dari konten-konten inspiratif yang menampilkan keharmonisan dalam rumah tangga. Dalam perspektif hukum Islam, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk merespons fenomena ini, di antaranya melalui pendidikan pranikah, pembentukan ekspektasi yang realistis terhadap pernikahan, penanaman tanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga, serta penerapan sikap selektif dalam menyaring konten media sosial. ABSTRACT Marriage is generally regarded as a life aspiration desired by individuals of all ages, both young and old. However, along with the advancement of technology and the increasing openness of access to information, perceptions of marriage have undergone significant changes. In the past, marriage was considered a primary goal, but today’s younger generation faces various challenges influenced by the flow of information on social media. Unrealistic standards of marriage have led some young people to no longer prioritize marriage in their lives. This study aims to analyze the impact of social media on Generation Z’s interest in marriage, as well as to examine how the perspective of Islamic law can provide solutions to these negative impacts, particularly among students of the Family Law Program, Faculty of Sharia, State Islamic University Raden Intan Lampung, Class of 2022. This research employs a qualitative approach using a field research design. The data consist of primary data obtained through direct interviews with respondents or research subjects, and secondary data collected through literature review by reading, examining, and analyzing various sources relevant to Islamic law. The findings indicate that social media has a dualistic influence on Generation Z’s interest in marriage, especially among students of the Family Law Program, Faculty of Sharia, State Islamic University Raden Intan Lampung, Class of 2022. First, the negative impact is reflected in the reluctance to marry at a young age due to high and often unrealistic standards of marriage. In addition, the widespread exposure to issues such as infidelity, domestic violence, and unrealistic portrayals of married life contributes to fear of entering marriage. Second, the positive impact includes increased selectivity in choosing a partner and the emergence of motivation from inspirational content that portrays harmony within the household. From the perspective of Islamic law, several efforts can be undertaken to address this phenomenon, including premarital education, the development of realistic expectations about marriage, fostering a sense of responsibility within marital life, and applying critical filtering of social media content.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:08 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:08 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45523 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


