TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI HEWAN BIAWAK YANG TELAH DIAWETKAN DI TOKO MOM DAILY (Studi Pada Toko Mom Daily Kecamatan Fajar Baru Lampung Selatan)

MUHAMMAD, RIZKY AZHIM HAPIT (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI HEWAN BIAWAK YANG TELAH DIAWETKAN DI TOKO MOM DAILY (Studi Pada Toko Mom Daily Kecamatan Fajar Baru Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 M RIZKY AZHIM.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI  M. RIZKY AZHIM HAPIT.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Toko Mom Daily adalah toko yang menjual hewan biawak yang telah diawetkan dan terletak di Kecamatan Fajar Baru, Lampung Selatan. Hewan biawak yang diawetkan merupakan produk dari pengusaha kreatif yang memanfaatkan tingginya populasi hewan biawak di sekitar. Hewan ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai usaha, mulai dari kerajinan kulit biawak, hewan biawak yang diawetkan, hingga olahan daging biawak sebagai menu makanan. Penelitian ini berfokus pada praktik jual beli hewan biawak yang diawetkan di Toko Mom Daily. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap praktik jual beli tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), dengan sifat deskriptif yang menggunakan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di lapangan, sementara data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan. Analisis data dilakukan kualitatif dengan pola pikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli hewan biawak yang telah diawetkan di Toko Mom Daily yang dilakukan penyediaan produk secara jelas, penyampaian informasi secara transparan, serta pelaksanaan transaksi melalui akad yang sederhana antara penjual dan pembeli. Namun demikian, terdapat tantangan signifikan terkait aspek legalitas dan keberlanjutan, yang harus menjadi fokus utama untuk menjamin bahwa aktivitas bisnis ini dilaksanakan sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku, standar etika, dan upaya pelestarian lingkungan. Dalam pandangan hukum Islam, praktik jual beli hewan biawak yang diawetkan di Toko Mom Daily dapat dianggap sah dalam Mazhab Maliki dan Hambali, bahwa biawak termasuk hewan yang halal dimakan, sehingga kulitnya dapat dimanfaatkan, asalkan disamak maka statusnya menjadi suci. Namun, dalam Mazhab Hanafi dan Syafi'i, bahwa biawak tergolong haram untuk dikonsumsi. Mereka mengklasifikasikannya sebagai hewan yang menjijikkan (khaba'its). Dengan demikian bangkai biawak tetap dihukumi najis walaupun di awetkan sehingga tidak sah dijadikan objek jual beli. ABSTRACT Mom Daily Store is a store that sells preserved monitor lizards and is located in Fajar Baru District, South Lampung. Preserved monitor lizards are products of creative entrepreneurs who take advantage of the high population of monitor lizards in the area. This animal can be used in various businesses, ranging from monitor lizard leather crafts, preserved monitor lizards, to processed monitor lizard meat as a food menu. This study focuses on the practice of buying and selling preserved monitor lizards at Mom Daily Store. The purpose of this study is to analyze the Islamic legal review of the practice of buying and selling. The type of research used is field research, with a descriptive nature that uses primary and secondary data sources. Primary data is obtained through observation, interviews, and direct documentation in the field, while secondary data is obtained from books, trusted official websites, and other relevant sources. Data analysis is carried out qualitatively with an inductive mindset. The results of the study show that the practice of buying and selling preserved monitor lizards at Mom Daily Store is carried out through clear product provision, transparent information delivery, and transactions conducted through simple agreements between sellers and buyers. However, there are significant challenges related to legality and sustainability, which must be the main focus to ensure that this business activity is carried out in accordance with applicable legal principles, ethical standards, and environmental conservation efforts. In Islamic law, the practice of buying and selling preserved monitor lizards at Mom Daily Store can be considered valid in the Maliki and Hambali schools of thought, which consider monitor lizards to be halal animals, meaning that their skin can be used as long as it is tanned, thereby becoming pure. However, in the Hanafi and Shafi'i schools of thought, monitor lizards are considered haram (forbidden) for consumption. They classify them as repulsive animals (khaba'its). Therefore, monitor lizard carcasses remain impure even when preserved, making them invalid as objects of trade.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Jul 2026 08:46
Last Modified: 22 Jul 2026 08:46
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45257

Actions (login required)

View Item View Item