KERJASAMA BAGI HASIL ANTAR PEKERJA PANEN KELAPA SAWIT PERSPEKTIF SYIRKAH AMAL (Studi di Desa Negeri Besar Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan)

INTAN, MAULINA (2026) KERJASAMA BAGI HASIL ANTAR PEKERJA PANEN KELAPA SAWIT PERSPEKTIF SYIRKAH AMAL (Studi di Desa Negeri Besar Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 INTAN.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI INTAN MAULINA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik kerjasama antar pekerja panen kelapa sawit di Desa Negeri Besar yang dilakukan secara bersama-sama dengan sistem pembagian hasil berdasarkan kontribusi kerja masing-masing pekerja. Kerjasama tersebut muncul sebagai bentuk upaya meningkatkan kebersamaan dan produktivitas kerja di lapangan, namun dalam praktiknya belum sepenuhnya memiliki kejelasan akad yang disepakati secara formal. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip-prinsip kerjasama dalam fiqh muamalah, khususnya dalam konsep syirkah. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik kerjasama bagi hasil pada pekerja panen kelapa sawit di Desa Negeri Besar Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan? Dan bagaimana praktik kerjasama bagi hasil pada pekerja panen kelapa sawit dalam perspektif syirkah amal? Penelitian ini menggunakan teori akad untuk menganalisis kejelasan kesepakatan yang terbentuk antar para pihak dan teori syirkah, khususnya syirkah amal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yang menggunakan pendekatan normatif dengan melakukan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari keterangan langsung dari pihak yang bersangkutan dalam bentuk pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa praktik kerjasama bagi hasil antar pekerja panen kelapa sawit di Desa Negeri Besar Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan dilakukan oleh 4 orang pekerja dengan sistem upah sebesar Rp. 200.000 per ton. Pada awalnya terdapat kesepakatan bahwa pembagian hasil didasarkan pada kontribusi masing-masing pekerja, yaitu berdasarkan jumlah berat sawit yang dipanen oleh tiap individu. Namun dalam praktiknya, hasil panen tersebut dikumpulkan menjadi satu dan ditimbang secara keseluruhan, kemudian hasilnya dibagi secara merata tanpa memperhatikan kontribusi individu. Kondisi ini menunjukan adanya ketidaksesuaian antara kesepakatan awal dengan pelaksanaan di lapangan. Dalam perspektif syirkah amal, praktik tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan, karena pembagian hasil tidak didasarkan pada proporsi kerja masing-masing pekerja, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakadilan diantara para pihak yang berserikat. ABSRTACT This study is motivated by the collaborative practices among oil palm harvesters in Negeri Besar Village, which operate on a profitsharing system based on individual work contributions. While this collaboration aims to foster solidarity and enhance field productivity, the underlying agreements lack formal clarity. This raises questions regarding the practice's alignment with cooperation principles in *fiqh muamalah* (Islamic commercial law), specifically the concept of *syirkah* (partnership). Consequently, the research addresses two main questions: how is the profit-sharing collaboration among oil palm harvesters in Negeri Besar Village actually implemented, and how does this practice align with the perspective of *syirkah „amal* (partnership based on labor)? The study employs contract theory to analyze the clarity of agreements between the parties and *syirkah* theory—specifically *syirkah „amal*—as the analytical framework. The research utilizes a normative approach combined with field research, drawing upon both primary and secondary data. Primary data were obtained directly from the involved parties through observation, interviews, and documentation, while secondary data were gathered from relevant literature. The findings indicate that the profit-sharing collaboration among oil palm harvesters in Negeri Besar Village involves four workers operating under a wage system of Rp 200,000 per ton. Initially, the agreement stipulated that proceeds would be distributed based on each worker's contribution—specifically, the weight of palm fruit harvested by each individual. In practice, however, the harvested fruit is pooled and weighed collectively, and the proceeds are divided equally without regard for individual contributions. This reveals a discrepancy between the initial agreement and actual field implementation. From the perspective of *syirkah „amal*, the practice fails to fully uphold the principle of fairness; because the distribution of proceeds is not proportional to each worker's labor contribution, it creates a potential for inequity among the partners.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Jul 2026 03:17
Last Modified: 22 Jul 2026 03:17
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45208

Actions (login required)

View Item View Item