Dimas, Nur Ali Waffa (2026) DAKWAH KULTURAL PADA TRADISI SEKURA DI GUNUNG SUGIH KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian dakwah kultural yang secara khusus menelaah Tradisi Sekura sebagai proses komunikasi nilai Islam berbasis simbol, praktik sosial, dan pemaknaan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana dakwah kultural berlangsung dalam Tradisi Sekura di Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap remaja peserta tradisi, tokoh adat, dan tokoh agama, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi tematik, dan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Sekura berfungsi sebagai media dakwah kultural melalui topeng, kostum, arak-arakan, silaturahmi, gotong royong, rasa syukur, dan kebersamaan. Namun, internalisasi nilai belum sepenuhnya merata karena sebagian generasi muda masih memaknai Sekura sebagai hiburan atau ruang sosial, bukan sebagai ruang pembelajaran nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sekura memiliki potensi dakwah yang kuat, tetapi membutuhkan penguatan makna simbol, pembinaan generasi muda, dan dialog antaraktor. Implikasinya, pelestarian Sekura perlu diarahkan tidak hanya pada keberlanjutan budaya, tetapi juga pada pendidikan nilai Islam yang reflektif, kontekstual, dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Kata Kunci: Budaya;Tradisi ABSTRACT This research is motivated by the limited number of cultural da'wah studies that specifically examine the Sekura Tradition as a process of communicating Islamic values based on symbols, social practices, and the meaning of the younger generation. This study aims to analyze how cultural da'wah takes place in the Sekura Tradition in Pekon Gunung Sugih, Balik Bukit District, West Lampung Regency. The study uses a qualitative descriptive-interpretive approach with a field research type. Data were obtained through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation of young participants in the tradition, traditional leaders, and religious leaders, then analyzed through data reduction, data presentation, thematic interpretation, and triangulation of sources and techniques. The results show that the Sekura Tradition functions as a medium for cultural da'wah through masks, costumes, processions, friendship, mutual cooperation, gratitude, and togetherness. However, the internalization of values is not fully evenly distributed because some of the younger generation still interpret Sekura as entertainment or a social space, rather than as a space for learning values. This study concludes that Sekura has strong da'wah potential, but requires strengthening its symbolic meaning, fostering youth development, and fostering dialogue between stakeholders. Consequently, Sekura preservation needs to be directed not only at cultural sustainability but also at reflective, contextual, and sustainable Islamic values education for the local community. Keywords: Da'wah; Young Generation; Sekura; Cultural Semiotics; Tradition
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 07:20 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:20 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


