INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN ORGANISASI MASYARAKAT NAHDATUL ULAMA DAN LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA MELALUI FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Rika, Febriyanti (2026) INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN ORGANISASI MASYARAKAT NAHDATUL ULAMA DAN LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA MELALUI FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOTA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI RIKA FIX salinan.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI RIKA FEBRIYANTI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Kerukunan antarorganisasi keagamaan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Nahdlatul Ulama (NU) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merupakan organisasi Islam yang memiliki karakteristik, tradisi, dan metode dakwah yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak dikelola dengan baik. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung hadir sebagai wadah dialog dan komunikasi dalam membangun hubungan sosial keagamaan yang harmonis di antara berbagai organisasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi sosial keagamaan antara NU dan LDII melalui FKUB Kota Bandar Lampung serta faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial keagamaan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama dan didasarkan pada teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari pengurus FKUB, pengurus NU, pengurus LDII, serta pihak-pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial keagamaan antara NU dan LDII melalui FKUB berlangsung dalam bentuk kerja sama, dialog dan komunikasi keagamaan, akomodasi terhadap perbedaan pemahaman, solidaritas sosial, serta integrasi sosial dalam berbagai kegiatan. Faktor pendukungnya meliputi keberadaan FKUB sebagai wadah komunikasi, sikap toleransi, kesamaan tujuan menjaga kerukunan, kegiatan sosial bersama, serta dukungan tokoh agama dan pemerintah daerah. Sementara faktor penghambatnya meliputi perbedaan pemahaman keagamaan, stereotip sosial, kurangnya interaksi di tingkat anggota, informasi yang tidak akurat, serta fanatisme kelompok. Meskipun terdapat hambatan, hubungan NU dan LDII menunjukkan pola interaksi asosiatif yang lebih mengarah pada kerja sama dan integrasi sosial daripada konflik. Kata Kunci: Interaksi Sosial Keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Sosiologi Agama. ABSTRACT Harmony among religious organizations is a key factor in fostering a harmonious society. Nahdlatul Ulama (NU) and the Indonesian Islamic Da'wah Institute (LDII) are Islamic organizations with distinct characteristics, traditions, and da'wah methods, which have the potential to cause misunderstandings if not properly managed. The Forum for Religious Harmony (FKUB) of Bandar Lampung City serves as a platform for dialogue and communication in building harmonious religious social relations among various religious organizations. This study aims to identify the form of religious social interaction between NU and LDII through the FKUB of Bandar Lampung City, as well as the supporting and inhibiting factors of that interaction. This study employs a qualitative method with a sociology of religion approach, grounded in Herbert Blumer's Symbolic Interactionism theory. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, with informants consisting of FKUB officials, NU officials, LDII officials, and other relevant parties. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and deductive conclusion drawing. The findings indicate that religious social interaction between NU and LDII through FKUB takes the form of cooperation, religious dialogue and communication, accommodation of differing understandings, social solidarity, and social integration across various activities. Supporting factors include FKUB's role as a communication platform, attitudes of tolerance, shared goals in maintaining harmony, joint social activities, and support from religious leaders and local government. Inhibiting factors include differences in religious understanding, social stereotypes, limited interaction at the member level, inaccurate information, and excessive group fanaticism. Despite these obstacles, the relationship between NU and LDII exhibits an associative pattern of interaction, oriented more toward cooperation and social integration than conflict. Keywords: Religious Social Interaction, Nahdlatul Ulama (NU), Indonesian Islamic Da'wah Institute (LDII), Forum for Religious Harmony (FKUB), Sociology of Religion.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Jul 2026 08:17
Last Modified: 16 Jul 2026 08:17
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45034

Actions (login required)

View Item View Item