ARIF, HERNAWAN (2026) PERAN TOKOH ADAT DALAM PELESTARIAN BUDAYA LAMPUNG ABUNG DI DESA KOMERING AGUNG KECAMATAN GUNUNG SUGIH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Pelestarian budaya Lampung Abung di Desa Komering Agung menghadapi berbagai tantangan yang ditandai dengan menurunnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai adat, berkurangnya penggunaan bahasa daerah, serta semakin terbatasnya keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan adat. Kondisi tersebut menjadikan peran tokoh adat semakin penting sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menjaga, mewariskan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Lampung Abung agar tetap lestari di tengah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam pelestarian budaya Lampung Abung di Desa Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas dua tokoh adat, dua orang masyarakat yang memperoleh edukasi budaya dari tokoh adat, serta kepala desa sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki peran penting dalam pelestarian budaya Lampung Abung melalui tiga bentuk peran, yaitu sebagai edukator budaya, pelaksana dan pemimpin kegiatan adat, serta pembina nilai sosial masyarakat. Tokoh adat berupaya mewariskan nilai-nilai budaya melalui penyampaian pengetahuan adat kepada generasi muda, memimpin pelaksanaan upacara adat sesuai ketentuan yang berlaku, serta menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya minat generasi muda terhadap budaya lokal dan semakin berkurangnya praktik budaya dalam kehidupan sehari-hari, tokoh adat tetap berupaya mempertahankan eksistensi budaya Lampung Abung melalui edukasi, pembinaan masyarakat, dan keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh adat memiliki peran yang strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya Lampung Abung sehingga diperlukan dukungan masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat upaya pelestarian budaya secara berkelanjutan. Kata Kunci: Budaya Lokal, Lampung Abung, Masyarakat Adat, Pelestarian Budaya,ABSTRACT The preservation of Lampung Abung culture in Komering Agung Village, Gunung Sugih District, Central Lampung Regency faces several challenges, including the declining understanding of cultural values among the community, particularly the younger generation, the reduced use of the local language, and the decreasing participation of community members in traditional cultural activities. These conditions highlight the increasingly important role of traditional leaders in preserving, transmitting, and promoting the cultural values of the Lampung Abung community to ensure their sustainability. Therefore, this study aims to analyze the role of traditional leaders in preserving the Lampung Abung culture in Komering Agung Village, Gunung Sugih District, Central Lampung Regency. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research was conducted in Komering Agung Village, Gunung Sugih District, Central Lampung Regency. The research informants were selected using a purposive sampling technique and consisted of two traditional leaders, two community members who had received cultural education from the traditional leaders, and the village head as a supporting informant. Data were collected through indepth interviews, observations, and documentation. The validity of the data was ensured through source triangulation, while data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that traditional leaders play a significant role in preserving the Lampung Abung culture through three main roles: cultural educators, leaders of traditional ceremonies, and guardians of social and moral values within the community. They preserve cultural values by educating the younger generation about traditions, leading customary ceremonies in accordance with established customary rules, and serving as role models in maintaining social harmony and community solidarity. Despite facing challenges such as the declining interest of younger generations in local culture and the decreasingpractice of cultural traditions in everyday life, traditional leaders continue to preserve the Lampung Abung culture through cultural education, community guidance, and active involvement in customary activities. This study concludes that traditional leaders play a strategic role in sustaining the Lampung Abung culture. Therefore, collaboration among traditional leaders, the community, and the government is essential to strengthen sustainable cultural preservation efforts. Keywords: Local Culture, Lampung Abung, Indigenous Community, Cultural Preservation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pengembangan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 09:06 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 09:06 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44979 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


