PERSEPSI PENGURUS ORMAWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG TENTANG MODERASI BERAGAMA

AUNEA, SHALIA (2026) PERSEPSI PENGURUS ORMAWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG TENTANG MODERASI BERAGAMA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of COVER, BAB 2, DAPUS, LAMPIRAN, AUNEA SHALIA. NPM. 2241010207.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of FULL SKRIPSI, AUNEA SHALIA. NPM. 2241010207.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of FULL SKRIPSI, AUNEA SHALIA. NPM. 2241010207.pdf] PDF
Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku yang menekankan keseimbangan dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama, dengan menjunjung keadilan, toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan penolakan terhadap sikap ekstrem. Di tengah meningkatnya ancaman radikalisme dan intoleransi yang menyasar generasi muda terlebih di ruang digital saat ini, pemahaman tentang moderasi beragama menjadi hal yang krusial, terutama bagi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Dalam hal ini, organisasi mahasiswa (Ormawa) sebagai wadah representasi mahasiswa, memiliki peran strategis dalam mendiseminasikan pemahaman nilai-nilai moderasi beragama baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Khususnya di UIN Raden Intan Lampung sebagai PTKIN yang memiliki komitmen kuat terhadap penguatan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Pengurus Organisasi Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Raden Intan Lampung Tentang Moderasi Beragama berdasarkan empat indikator utama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus SEMA UIN Raden Intan Lampung memiliki persepsi yang positif dan moderat terhadap moderasi beragama pada keempat indikatornya dan menekan pada sikap komitmen kebangsaan. Pada indikator komitmen kebangsaan, para mahasiswa memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi berbangsa yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, melainkan saling melengkapi dan menguatkan. Pada indikator toleransi, para mahasiswa memandang perbedaan sebagai keniscayaan dan kekayaan sosial yang harus dihargai, bukan sebagai sumber konflik. Pada indikator anti-kekerasan, para mahasiswa secara tegas menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal, termasuk kekerasan atas nama agama, dan mengutamakan dialog serta musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan. Pada indikator akomodatif terhadap kebudayaan lokal, para mahasiswa memandang agama dan budaya lokal sebagai dua dimensi yang dapat berjalan beriringan secara harmonis selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pokok agama. Kata Kunci: Persepsi, Organisasi Kemahasiswaan, Moderasi Beragama.ABSTRACT Religious moderation is a worldview, attitude, and behavior that emphasizes balance in understanding and practicing religious teachings, while upholding the values of justice, tolerance, respect for differences, and rejection of extremist tendencies. Amid the growing threats of radicalism and intolerance increasingly targeting the younger generation, particularly in today‟s digital space, a solid understanding of religious moderation has become crucial, especially for university students who serve as agents of social change. In this regard, student organizations (Ormawa) as a representative body for students, play a strategic role in disseminating an understanding of religious moderation values both within the campus environment and in the broader society. Particularly at UIN Raden Intan Lampung as a State Islamic University (PTKIN) with a strong commitment to strengthening religious moderation. This study aims to examine the perceptions of the Student Senate (SEMA) executives of UIN Raden Intan Lampung regarding religious moderation, based on four main indicators: national commitment, tolerance, rejection of violence, and accommodation of local culture. The study employs a descriptive qualitative method with a case study approach and is categorized as field research. Data were collected through structured interviews with ten active student executives of SEMA UIN RIL for the 2025/2026 period, observation, and documentation. The findings reveal that the SEMA executives of UIN Raden Intan Lampung hold positive and moderate perceptions toward religious moderation across all four indicators, with an emphasis on national commitment. Regarding national commitment, the students understand Pancasila, the 1945 Constitution, the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), and Bhinneka Tunggal Ika as the foundational pillars of nationhood that do not conflict with religious values, but rather complement and reinforce one another. Regarding tolerance, the students view differences as an inevitable reality and a form of social richness that must be respected, rather than a source of conflict. Regarding rejection of violence, the students firmly reject all forms of violence whether physical or verbal, including violence carried out in the name of religion, and prioritize dialogue and deliberation as means of resolving disagreements. Regarding accommodation of local culture, the students perceive religion and local culture as two dimensions that can coexist harmoniously, provided they do not contradict the fundamental principles of religion. Keywords: Perception, Student Organizations, Religious Moderation.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Jul 2026 01:57
Last Modified: 13 Jul 2026 01:57
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44803

Actions (login required)

View Item View Item