YOLANDA, DWI CAHYANI (2026) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP UPAH KESENIAN HADROH (Studi Pada Kesenian Hadroh Isma Al-Ikhlas Sukajadi Desa Bumi Raya Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Praktik pengupahan yang dilakukan pemilik kesenian dengan para pemain alat musik di dalam Kesenian Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara, dinilai kurang efektif dan cenderung menunjukkan ketidakseimbangan antara nominal upah sewa hadrah yang diterima pemilik dengan upah yang diberikan kepada para pemain hadrah. Pada kasus ini pengupahan dilakukan oleh dua pihak dimana pihak pertama sebagai pemberi upah/pemilik kesenian (mu’jir) dan pihak kedua penerima upah/para pemain alat musik (musta’jir). Dalam hal ini mu’jir memberikan pekerjaan kepada musta’jir untuk tampil dalam suatu acara. Namun sejak menjalin kerja sama, pemberian upah para pemain tidak sesuai dengan nominal upah yang seharusnya diberikan. Upah yang diterima para pemain pun tidak menentu setiap kerjanya dan tidak jarang terjadi penundaan upah. Tentunya hal ini dapat merugikan salah satu pihak yaitu musta’jir. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik pengupahan pemain musik hadrah di Kesenian Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Desa Bumi Raya dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah tentang praktik pengupahan pengupahan pemain musik hadrah di Kesenian Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Desa Bumi Raya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pengupahan pemain musik hadrah di Kesenian Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Desa Bumi Raya Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara dan untuk mengetahui tentang tinjauan hukum ekonomi syariah pengupahan pemain musik hadrah di Kesenian Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Desa Bumi Raya Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reserch) yang didukung oleh penelitian pustaka (library research) sebagai pendukung. Data penelitian diperoleh dari kelompok Kesenian Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul peneliti melakukan analisis secara kualitatif dengan menggunakan metode berfikir induktif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa praktik pengupahan para pemain musik Kesenian Hadrah Isma AlIkhlas Sukajadi sering kali tidak diberitahukan bayaran upahnya secara jelas sejak awal, melainkan hanya diberi upah setelah acara selesai. Menurut hukum ekonomi Syariah, hal ini tidak sesuai dengan ijarah yang sah, sebab tidak terpenuhinya rukun dan syarat yaitu mengenai ujrah (upah), sebab upah yang diterima tidak diketahui jelas sehingga mengandung unsur ketidakpastian (gharar). Dalam Islam, ijarah harus disebutkan terlebih dahulu nominal upah yang akan diberikan. ABSTRACT The wage practice carried out by the art owner with the players of musical instruments in the Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Arts, South Abung District, North Lampung Regency, is considered less effective and tends to show an imbalance between the nominal wage of hadrah rental received by the owner and the wages given to the hadrah players. In this case, wages are carried out by two parties, where the first party is the wage giver/owner of the art (mu'jir) and the second party is the wage earner/the musical instrument players (musta'jir). In this case, the mu'jir gives a job to musta'jir to appear in an event. However, since establishing cooperation, the wages of the players are not in accordance with the nominal wages that should be given. The wages received by the players are also uncertain for each job and it is not uncommon for wage delays to occur. Of course, this can harm one of the parties, namely musta'jir The problem in this study is how the practice of paying hadrah music players in the Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Arts, Bumi Raya Village, and how is the review of sharia economic law on the practice of paying the wages of hadrah music players in the Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Arts, Bumi Raya Village. The purpose of this study is to find out the practice of paying hadrah music players in the Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Arts, Bumi Raya Village, South Abung District, North Lampung Regency and to find out about the review of sharia economic law for the wages of hadrah music players in the Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Arts, Bumi Raya Village, South Abung District, North Lampung Regency. This type of research is field research supported by library research as support. The research data was obtained from the Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Arts group which was the object of the research. Data collection techniques are carried out by means of interviews and documentation. After the data was collected, the researcher conducted a qualitative analysis using the inductive thinking method. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the practice of paying the music players of the Hadrah Isma Al-Ikhlas Sukajadi Arts is often not clearly notified of the wage payment from the beginning, but is only given a wage after the event is over. According to Sharia economic law, this is not in accordance with the legal ijarah because the harmony and conditions are not fulfilled, namely regarding ujrah (wages), because the wages received are not clearly known so that they contain an element of uncertainty (gharar). In Islam, ijarah must first state the nominal wage to be given.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 07:48 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:48 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44793 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


