PERAN KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS REMAJA DI DUSUN V A JATISARI DESA JATIMULYO KECAMATAN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN

NURMARITA, PUSPA RINI (2026) PERAN KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS REMAJA DI DUSUN V A JATISARI DESA JATIMULYO KECAMATAN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI NURMARITA BAB 1-2-LAMPIRAN.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI NURMARITA FULL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pembentukan karakter religius pada remaja di tengah modernisasi yang semakin pesat, yang cenderung menurunkan minat remaja terhadap kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan di masyarakat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai religius, meliputi aspek keimanan, ibadah, dan akhlak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) bentuk-bentuk kegiatan keagamaan dalam membentuk karakter religius remaja, (2) pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam membentuk karakter religius remaja, serta (3) faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam membentuk karakter religius remaja di Dusun V A Jatisari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta remaja di Dusun V A Jatisari. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian mengungkap bahwa bentuk-bentuk kegiatan keagamaan di Dusun V A Jatisari meliputi yasinan rutin, tadarus Al-Qur’an, khotmil Qur’an, pengajian, istighosah, sholawat nariyah, serta peringatan hari besar Islam (PHBI), yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan keagamaan secara umum berjalan lancar dan terpusat di masjid serta mushola, tetapi partisipasi remaja belum optimal, khususnya setelah ketidakaktifan organisasi remaja masjid (RISMA). Faktor penghambat mencakup rendahnya minat dan kesadaran remaja, pengaruh teknologi, kesibukan pribadi, serta keterbatasan ruang partisipasi bagi remaja. Sebaliknya, faktor pendukung meliputi lingkungan masyarakat yang religius, dukungan tokoh agama, kegiatan keagamaan yang rutin, serta motivasi intrinsik dan ekstrinsik remaja. Selain itu, berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan keagamaan berperan penting dalam pembentukan karakter religius remaja, meskipun keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat partisipasi remaja dan dukungan lingkungan sosial. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan keterlibataniii remaja, sehingga pembentukan karakter religius dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. ABSTRACT This study is motivated by the urgent need to foster religious character among adolescents amidst rapid modernization, a trend that tends to diminish their interest in religious activities. Community-based religious activities serve as an effective means of instilling religious values, encompassing aspects of faith, acts of worship, and moral conduct. Consequently, this study aims to examine: (1) the forms of religious activities involved in shaping the religious character of adolescents; (2) the implementation of these religious activities; and (3) the factors hindering and supporting their implementation in Dusun V A Jatisari, Jatimulyo Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. The study employs a qualitative approach utilizing field research methods. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Informants consist of religious leaders, community figures, and adolescents from Dusun V A Jatisari. Data analysis is conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings reveal that religious activities in Hamlet V A Jatisari—conducted on a regular and ongoing basis—include routine Yasinan gatherings, Quranic recitation (tadarus and khotmil Quran), religious study sessions (pengajian), Istighosah(communal supplication), Sholawat Nariyah (recitation of specific blessings upon the Prophet), and the observance of major Islamic holidays. While these activities generally proceed smoothly and are centered at the local mosque and prayer halls (mushola), youth participation remains suboptimal, particularly following the inactivity of the mosque youth organization (RISMA). Hindering factors include low youth interest and awareness, the influence of technology, personal commitments, and limited opportunities for youth involvement. Conversely, supporting factors include a religious community environment, the backing of religious leaders, the regularity of religious activities, and the presence of both intrinsic and extrinsic motivation among the youth. Furthermore, based on these findings, it can be concluded that religious activities play a crucial role in shaping the religious character of adolescents, although their success depends heavily on the level of adolescent participation and support from the social environment. Therefore, collaboration among various stakeholders is necessary to enhance adolescent engagement, ensuring that the formation of religious character can proceed optimally and sustainably.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Jul 2026 07:07
Last Modified: 06 Jul 2026 07:07
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44652

Actions (login required)

View Item View Item