STRATEGI PEMBINAAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA DARMABAKTI KEMILING BANDAR LAMPUNG

GUSTY, ARMANDA (2026) STRATEGI PEMBINAAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA DARMABAKTI KEMILING BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 GUSTY.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI GUSTY ARMANDA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Anak tunagrahita sering mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dan menyelesaikan tugas-tugas akademik karena memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesempurnaan perkembangan otak dan fungsi sarafnya. Dampaknya, anak-anak tunagrahita sering kesulitan dalam mengikuti kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka di sekolah. Anak-anak tunagrahita sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan dalam proses adaptasi sosial di masyarakat. Fenomena sosial yang sering muncul adalah adanya keterasingan atau pengucilan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk tunagrahita. Mereka dianggap berbeda atau kurang mampu, sehingga banyak dari mereka yang tidak mendapatkan kesempatan yang setara dalam pendidikan maupun dalam aktivitas sosial. Kondisi ini menciptakan kesenjangan sosial di mana anak-anak tunagrahita kesulitan untuk mendapatkan penerimaan sosial yang layak. Pembinaan sosial dan keagamaan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Bhakti merupakan bagian integral dari pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk membentuk karakter yang baik, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan meningkatkan keterlibatan sosial mereka dalam masyarakat. Terdapat beberapa penghambat yang mempersulit penerapan dan pengembangan nilai-nilai sosial pada anak-anak tunagrahita. Salah satunya adalah keterbatasan dalam komunikasi dan pemahaman anak terhadap norma sosial yang berlaku. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan intelektual yang dialami oleh anak-anak tunagrahita, sehingga proses pembelajaran sosial menjadi lebih lambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujan untuk mengetahui bentuk pembinaan sosial dan keagamaan bagi anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Darma Bakti Kemiling Bandar Lampung serta dampak dari strategi pembinan sosial dan keagamaan yang telah di berikan kepada anak tunagrahita di sekolah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci berjumlah satu orang yakni kepala sekolah SLB Darma Bakti, Informan utama berjumlah lima orang yakni guru SLB Darma Bakti, dan Informan tambahan berjumlah empat orang yakni siswa SLB Darma Bakti, dan wali murid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SLB Dharma Bhakti memiliki strategi pembinaan sosial dan keagamaan pada anak tunagrahita melalui berbagai kegiatan di sekolah yang meliputi kegiatan belajar, kegiatan ekstrakulikuler seperti Praja Muda Karana (Pramuka), Drum Band, Seni Suara, dan Keterampilan, selain itu juga terdapat kegiatan keagamaan seperti ceramah keagamaan, sholat berjamaah, praktik wudhu, dan mengaji. Adanya strategi pembinaan sosial dan keagamaan yang diterapkan di SLB Dharma Bhakti memberikan dampak positif terhadap anak tunagrahita. dapat dilihat melalui interaksi dan sikap anak tunagrahita di lingkungan, seperti tolong menolong, dan menghormati orang tua. Selain itu religiusitas anak tunagrahita dapat dilihat melalui lima dimensi keberadamaan yakni dimensi keyakinan agama, dimensi praktik ibadah, dimensi pengalaman agama, dimensi pengetahuan agama, dimensi pengamalan agama. Kata kunci : Strategi, Sosial dan Keagamaan, Anak Tunagrahita. ABSTRACT Children with intellectual disabilities often face difficulties in adjusting and completing academic tasks due to below-average intelligence levels. This stems from incomplete brain development and neurological functioning. Consequently, they often struggle to keep up with the curricula tailored to their needs in school and frequently encounter challenges regarding social adaptation within the community. A common social phenomenon is the alienation or exclusion of children with special needs, including those with intellectual disabilities. Perceived as different or less capable, many are denied equal opportunities in education and social activities. This situation creates a social disparity, making it difficult for these children to gain proper social acceptance. Social and religious guidance at the Dharma Bhakti Special School (SLB) is an integral part of the education provided to students, aiming to shape good character, reinforce religious values, and enhance their social engagement within the community. However, several obstacles hinder the implementation and development of social values among these children. One such obstacle is their limited communication skills and understanding of prevailing social norms. These limitations, rooted in their intellectual impairments, result in a slower process of social learning. Given these issues, this study aims to examine the forms of social and religious guidance provided to children with intellectual disabilities at the Dharma Bhakti Special School in Kemiling, Bandar Lampung, as well as the impact of the guidance strategies implemented at the school. This study is a field research project employing a qualitative method. Data sources comprised both primary and secondary data. Data collection methods included observation, interviews, and documentation, while data analysis involved data reduction, data presentation, and data verification. The study involved a key informant (the principal of SLB Darma Bakti), five primary informants (teachers at SLB Darma Bakti), and four additional informants (students and parents/guardians). The results indicate that SLB Darma Bakti employs social and religious development strategies for students with intellectual disabilities through various school activities. These include academic learning and extracurricular activities—such as the Scout movement (Pramuka), marching band, vocal arts, and skills training—as well as religious activities like religious lectures, congregational prayers ablution practice, and Quran recitation. The implementation of these social and religious development strategies has had a positive impact on the students, evident in their interactions and attitudes within their environment, such as helping others and showing respect to parents. Furthermore, the students' religiosity is reflected across five dimensions of religiousness: belief, practice, experience, knowledge, and application. Keywords: Strategy, Social and Religious, Students with Intellectual Disabilities.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 30 Jun 2026 06:28
Last Modified: 30 Jun 2026 06:28
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44537

Actions (login required)

View Item View Item