PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, GREEN GOVERNANCE, DAN ESG RISK TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI (Studi pada Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di ISSI Tahun 2021-2024)

ANA, KHOIRUN NISA (2026) PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, GREEN GOVERNANCE, DAN ESG RISK TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI (Studi pada Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di ISSI Tahun 2021-2024). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of COVER - BAB 1 - BAB 2 - DAPUS - LAMPIRAN - KHOIRUN NISA 2251030148.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of AS ANA KHOIRUN NISA 2251030148.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Prinsip konservatisme akuntansi mengharuskan perusahaan mempertimbangkan risiko secara konservatif dalam pengakuan pendapatan dan pengeluaran untuk mengantisipasi kerugian di masa mendatang. Dalam ekonomi Islam, keadilan, transparansi, dan kehatihatian sangat ditekankan, serta melarang riba dan spekulasi. Perbedaan pemahaman kehati-hatian antara ekonomi Islam dan konvensional menimbulkan tantangan bagi perusahaan. Kasus kecurangan di Indonesia menunjukkan bahwa implementasi prinsip konservatisme belum optimal. Beberapa perusahaan menyajikan laporan keuangan yang kurang akurat dan adil, bertentangan dengan prinsip keadilan dan kejujuran dalam ekonomi Islam. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder dari perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di ISSI tahun 2021-2024 yang diambil dari website resmi IDX. Sampel terdiri dari 45 perusahaan dengan teknik purposive sampling menghasilkan 12 perusahaan. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan program Eviews 12. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji simultan menunjukkan nilai probabilitas F > 0.228362, mengindikasikan bahwa financial distress, green governance, dan ESG risk secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa financial distress (probabilitas 0.8753 > 0.05) tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, sedangkan green governance (probabilitas 0.4900 > 0.05) dan ESG risk (probability 0.1510 > 0.05) tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Hasil ini mencerminkan bahwa prinsip kehati-hatian dalam pelaporan tidak semata-mata ditentukan oleh tekanan eksternal maupun risiko keberlanjutan, melainkan oleh prinsip kehati-hatian yang berakar pada nilai-nilai syariah. Kata kunci: ESG Risk, Financial Distress, Green Governance, dan Konservatisme Akuntansi. \ ABSTRACT The principle of accounting conservatism requires companies to consider risks conservatively when recognizing revenue and expenses to anticipate future losses. In Islamic economics, fairness, transparency, and prudence are emphasized, while usury and speculation are prohibited. The differences in understanding of prudence between Islamic and conventional economics pose challenges for companies. Fraud cases in Indonesia demonstrate that the implementation of the principle of conservatism has not been optimal. Some companies present financial reports that are less than accurate and fair, contradicting the principles of fairness and honesty in Islamic economics. This study is a quantitative study using secondary data from food and beverage industry companies listed on ISSI in 2021-2024 taken from the official IDX website. The sample consisted of 45 companies with a purposive sampling technique resulting in 12 companies. Data analysis used panel data regression with the Eviews 12 program. Based on the research results, it shows that, the results of the simultaneous test showed a probability value of F> 0.228362, indicating that financial distress, green governance, and ESG risk together had no effect on accounting conservatism. The results of the t-test (partial) showed that financial distress (probability 0.8753 > 0.05) had no effect on accounting conservatism, while green governance (probability 0.4900 > 0.05) and ESG risk (probability 0.1510 > 0.05) did not affect accounting conservatism. These results reflect that the principle of prudence in reporting is not solely determined by external pressures or sustainability risks, but rather by the principle of prudence rooted in sharia values. Keywords: ESG Risk, Financial Distress, Green Governance, and Accounting Conservatism.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Konsentrasi Akuntansi Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Konsentrasi Akuntansi Syariah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 30 Jun 2026 02:54
Last Modified: 30 Jun 2026 02:54
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44519

Actions (login required)

View Item View Item