Dina, Marsela (2026) IMPLEMENTASI PROGRAM POJOK BACA DIGITAL (POCADI) BERBASIS INKLUSI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan OKU Timur). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (12MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (14MB) |
Abstract
ABSTRAK Rendahnya tingkat literasi masyarakat berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi, pengetahuan, serta peluang dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Rendahnya minat baca, keterbatasan akses terhadap bahan bacaan, serta kurang optimalnya pemanfaatan teknologi informasi menjadi tantangan dalam pembangunan literasi di Indonesia. Dalam merespons kondisi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur mengimplementasikan Program Pojok Baca Digital (POCADI) berbasis inklusi sosial sebagai upaya strategis untuk meningkatkan literasi, memberdayakan masyarakat, serta mendorong peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi implementasi Program POCADI berbasis inklusi sosial serta mengkaji dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten OKU Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Studi kasus dalam penelitiaan ini berada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan untuk memahami fenomena secara mendalam dalam konteks sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pojok Baca Digital (POCADI) berbasis inklusi sosial telah terimplementasi di Kabupaten OKU Timur melalui kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur dengan Tim Penggerak PKK, Dinas Pendidikan, sekolah, serta masyarakat. Implementasi program diwujudkan melalui penyediaan layanan baca digital, perpustakaan keliling, kunjungan edukasi, pelatihan menjahit, pelatihan pangkas rambut dasar, pembelajaran bahasa Inggris bagi anak sekolah dasar, Festival Literasi OKU Timur, serta pendampingan UMKM berbasis literasi. Kolaborasi dengan PKK berperan dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan dan kegiatan pemberdayaan keluarga yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan masyarakat. Dampak program terlihat dari meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi dan bahan bacaan digital, bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat, meningkatnya partisipasi dalam kegiatan literasi, serta berkembangnya potensi ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif berbasis literasi. Namun, implementasi program masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, belum meratanya akses internet, serta minimnya tenaga pengelola yang memiliki kompetensi di bidang literasi digital. Dari perspektif teori struktural fungsional Talcott Parsons, Program POCADI telah memenuhi empat fungsi sistem sosial (AGIL): Adaptasi terhadap pemanfaatan teknologi digital dan penyediaan layanan literasi, pencapaian tujuan berupa peningkatan literasi dan kesejahteraan masyarakat, integrasi melalui kerja sama antara Dinas Perpustakaan, PKK, sekolah, dan masyarakat, serta pelestarian budaya baca dan pembiasaan literasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, Program POCADI berkontribusi dalam memperkuat struktur sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Implementasi, POCADI, Inklusi Sosial, Literasi, Kesejahteraan Masyarakat. ABSTRACT The low level of public literacy has limited people's access to information, knowledge, and opportunities to improve their quality of life and welfare, particularly in rural areas. Low reading interest, limited access to reading materials, and the suboptimal utilization of information technology remain significant challenges to literacy development in Indonesia. In response to these conditions, the Department of Library and Archives of East Ogan Komering Ulu (OKU Timur) Regency has implemented the Digital Reading Corner Program (POCADI) based on social inclusion as a strategic initiative to enhance literacy, empower communities, and promote social and economic welfare. This study aims to analyze the implementation strategies of the social inclusion-based POCADI Program and examine its impact on improving community welfare in East OKU Regency. This study employed a qualitative research method. The case study was conducted at the Department of Library and Archives of East OKU Regency. Data were collected through observation, indepth interviews, and documentation, while informants were selected using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and verification or conclusion drawing to gain an in-depth understanding of the phenomenon within its social context. The findings reveal that the social inclusion based Digital Reading Corner Program (POCADI) has been successfully implemented in East OKU Regency through collaboration among the Department of Library and Archives, the Family Welfare Empowerment Team (PKK), the Department of Education, schools, and local communities. The program has been implemented through various activities, including the provision of digital reading services, mobile library services, educational visits, sewing training, basic barbering training, English learning programs for elementary school students, the East OKU Literacy Festival, and literacy-based assistance for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Collaboration with PKK has played a significant role in conducting skills training and family empowerment activities aimed at enhancing community capacity and welfare. The program's impact is reflected in increased public access to information and digital reading materials, improved knowledge and skills, greater participation in literacy activities, and the development of community economic potential through literacy-based productive activities. However, the implementation of the program continues to face several challenges, including low public awareness of the importance of literacy, limited supporting facilities and infrastructure, unequal internet access, and a shortage of personnel with expertise in digital literacy management. From the perspective of Talcott Parsons’ Structural Functionalism Theory, the POCADI Program fulfills the four functional prerequisites of a social system (AGIL): adaptation through the utilization of digital technology and literacy services; goal attainment through improvements in literacy and community welfare; integration through collaboration among the Department of Library and Archives, PKK, schools, and the community; and latency through the preservation of reading culture and sustainable literacy practices. Therefore, the POCADI Program contributes to strengthening social structures and improving community welfare. Keywords: Implementation, Digital Reading Corner Program (POCADI), Social Inclusion, Literacy, Community Welfare.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 04:00 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 04:00 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44480 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


