RIPKHI, PARHAN (2026) EKSISTENSI PEMUDA ISLAM PERSPEKTIF HASAN AL BANNA DAN RELEVANSINYA BAGI REALITAS KEPEMUDAAN INDONESIA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral di kalangan pemuda Indonesia pada era globalisasi dan digitalisasi. Berbagai persoalan seperti meningkatnya perilaku bullying, penyalahgunaan narkoba, menurunnya etika sosial, serta pengaruh negatif media digital menunjukkan adanya krisis karakter pada generasi muda. Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah pemuda Indonesia mencapai sekitar 66,83 juta jiwa atau sekitar 23,5% dari total penduduk Indonesia. Besarnya jumlah pemuda tersebut menjadi potensi pembangunan bangsa, namun juga dapat menjadi tantangan apabila tidak disertai pembinaan moral dan spiritual yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi pemuda Islam dalam perspektif Hasan al-Banna serta relevansinya terhadap realitas kepemudaan Indonesia saat ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pengkajian karya Hasan Al-Banna serta berbagai sumber pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pemuda Islam menurut Hasan Al-Banna menekankan pembentukan akidah yang kuat, akhlak mulia, disiplin, tanggung jawab sosial, dan keseimbangan antara aspek intelektual serta spiritual. Konsep tersebut relevan dengan kondisi pemuda Indonesia saat ini karena dapat menjadi alternatif solusi dalam menghadapi fenomena degradasi moral. Teori Hasan Al-Banna menegaskan bahwa perubahan masyarakat harus dimulai dari pembinaan individu, sehingga penguatan karakter dan spiritualitas pemuda menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai persoalan kepemudaan di Indonesia. Kata Kunci: Eksistensi Pemuda Islam Perspektif Hasan Al Banna, Kepemudaan Indonesia. ABSTRACT This research is motivated by the phenomenon of moral degradation among Indonesian youth in the era of globalization and digitalization. Various issues such as increasing bullying, drug abuse, declining social ethics, and the negative influence of digital media indicate a character crisis among the younger generation. Furthermore, data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that the number of Indonesian youth has reached approximately 66.83 million, or approximately 23.5% of the total population. This large number of youth presents potential for national development, but can also pose a challenge if not accompanied by adequate moral and spiritual development. This study aims to analyze the existence of Islamic youth from Hasan al-Banna's perspective and its relevance to the current reality of Indonesian youth. The study uses qualitative methods with library research, examining Hasan al-Banna's works and various relevant supporting sources. The research results show that Hasan Al-Banna's concept of Islamic youth emphasizes the development of strong faith, noble morals, discipline, social responsibility, and a balance between intellectual and spiritual aspects. This concept is relevant to the current situation of Indonesian youth because it can be an alternative solution to address the phenomenon of moral degradation. Hasan Al Banna's theory emphasizes that societal change must begin with individual development, making strengthening the character and spirituality of youth a crucial step in addressing various youth issues in Indonesia. Keywords: The Existence of Islamic Youth from Hasan Al-Banna's Perspective, Indonesian Youth.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pemikiran Politik Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 04:25 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 04:25 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44209 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


