Ega, Alwansyah (2026) ANALISIS TRANSAKSI JUAL BELI BITCOIN DALAM CRYPTOCURRENCY DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Bitcoin adalah salah satu dari beberapa mata uang digital yang pertama kali muncul pada tahun 2008 yang diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto sebagai mata uang yang berbasiskan crypthography. Bitcoin adalah jaringan pembayaran berdasarkan teknologi peer-to-peer. Jaringan peer-to-peer adalah jaringan yang bertindak sebagai server sekaligus client. Setiap transaksi bitcoin disimpan dalam database jaringan bitcoin. Ketika terjadi transaksi dengan bitcoin, secara otomatis pembeli dan penjual akan terdata di dalam jaringan database bitcoin. Bitcoin memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya bitcoin aman karena setiap transaksi mata uang diatur oleh algoritma crypthography sehingga tidak dimungkinkan ada celah untuk pemalsuan saldo mata uang. Kekurangannya sistem bitcoin bersifat anonymous membuat bitcoin rentan terhadap kejahatan, jika terjadi kehilangan bitcoin tidak dapat diasuransikan karena bitcoin tidak terikat oleh suatu lembaga dan hukum manapun. Di Indonesia belakangan ini terjadi pro dan kontra terhadap penggunaan mata uang bitcoin sebagai alat transaksi pembayaran. Hal ini dikarenakan bitcoin belum memenuhi beberapa unsur dan kriteria sebagai mata uang yang berlaku khususnya dalam prinsip-prinsip ekonomi Islam. Dalam konteks uang digital tidak ada underlying yaitu aset dijadikan sebagai dasar transaksi. Dalam hal tersebut dapat disimpulkan dua hal. Pertama, uang digital bukan mata uang. Kedua, adanya unsur ketidakjelasan (Gharar). Dalam hal ini bitcoin tidak ada underlying asset, harga tidak merepresentasikan underlying asset, harga tidak terkendali dan fungsi mata uang digital tersebut telah berkembang dari awalnya sekedar alat tukar menjadi komoditas investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran seputar teknologi bitcoin dan tentang keabsahannya penggunaan bitcoin dalam transaksi jual beli menurut syariat islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bersifat library research. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka, media cetak maupun literatur lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa teknologi bitcoin memang bisa diakui sebagai teknologi revolusionery. ABSTRACT Bitcoin is one of several digital currencies that first appeared in 2008 which was introduced by Satoshi Nakamoto as a cryptography-based currency. Bitcoin is a payment network based on peer-to-peer technology. A peer-to-peer network is a network that acts as both a server and a client. Every bitcoin transaction is stored in the bitcoin network database. When a transaction occurs with bitcoin, the buyer and seller will automatically be recorded in the bitcoin database network. Bitcoin has advantages and disadvantages. The advantage is that bitcoin is safe because every currency transaction is regulated by a cryptography algorithm so that there is no possibility of a loophole for counterfeiting the currency balance. The disadvantage is that the bitcoin system is anonymous, making bitcoin vulnerable to crime, if bitcoin is lost it cannot be insured because bitcoin is not bound by any institution or law. In Indonesia, recently there have been pros and cons regarding the use of bitcoin currency as a means of payment transactions. This is because bitcoin has not met several elements and criteria as a currency that applies, especially in the principles of Islamic Economics. In the context of digital money, there is no underlying, namely assets used as the basis for transactions. In this case, two things can be concluded. First, digital money is not a currency. Second, there is an element of uncertainty (Gharar). In this case, bitcoin has no Underlying Asset, the price does not represent the Underlying Asset, the price is uncontrolled and the function of the digital currency has developed from being just a means of exchange to an investment commodity. This study aims to get an overview of bitcoin technology and the legitimacy of using bitcoin in buying and selling transactions according to Islamic law. This study uses a descriptive method and is Library Research. Data collection is carried out through a review of literature, print media and other literature related to this study. From this study, the results show that bitcoi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 03:14 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 03:14 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44146 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


