SUCI, AYU LESTARI (2026) REGULASI EMOSI SEBAGAI PROSES ADAPTIF DALAM KELUARGA MULTIRELIGIUS: STUDI KUALITATIF PADA REMAJA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika regulasi emosi sebagai proses adaptif pada remaja yang berasal dari keluarga multireligius. Fenomena ini mencerminkan adanya tantangan emosional yang muncul akibat perbedaan nilai, keyakinan, dan praktik keagamaan orang tua yang berdampak pada pembentukan identitas diri serta keharmonisan hubungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengalaman subjektif remaja secara mendalam. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria remaja usia 18–21 tahun yang memiliki orang tua dengan latar belakang agama berbeda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Plus dengan teknik triangulasi untuk menjamin kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi pada remaja dalam keluarga multireligius termanifestasi dalam empat aspek utama, yaitu strategi mengatur emosi, perilaku yang diarahkan pada tujuan, kemampuan mengendalikan respons emosional, serta penerimaan terhadap respons emosional. Subjek secara sadar menggunakan berbagai strategi adaptif seperti penarikan diri sementara, distraksi melalui aktivitas positif, refleksi diri, serta dukungan sosial untuk mengelola tekanan emosional. Selain itu, ditemukan bahwa faktor internal seperti kesadaran emosi, kontrol diri, dan pengalaman masa lalu, serta faktor eksternal seperti komunikasi keluarga dan dukungan lingkungan sosial berperan penting dalam membentuk kemampuan regulasi emosi.2 Secara psikologis, remaja tetap mampu menjaga keharmonisan keluarga dengan menahan respons emosional dan mengarahkan perilaku pada tujuan jangka panjang meskipun mengalami konflik batin. Temuan ini menunjukkan bahwa regulasi emosi pada remaja dalam keluarga multireligius merupakan proses adaptif yang kompleks dan multidimensional, yang melibatkan interaksi antara aspek kognitif, afektif, sosial, dan budaya. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian psikologi keluarga dan psikologi perkembangan, khususnya dalam memahami dinamika emosional remaja dalam konteks keberagaman agama, serta menegaskan pentingnya pola pengasuhan yang inklusif dan komunikasi yang terbuka dalam meningkatkan ketahanan emosional. ABSTRACT This study aims to describe the dynamics of emotion regulation as an adaptive process among adolescents from multireligious families. This phenomenon reflects emotional challenges arising from differences in parental values, beliefs, and religious practices, which impact selfidentity formation and family harmony. Employing a descriptive qualitative approach, the study deeply explores adolescents' subjective experiences. Participants were selected via purposive sampling, with criteria of ages 18–21 years and parents from different religious backgrounds. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation, then analyzed using NVivo 12 Plus with triangulation to ensure data credibility. Findings indicate that emotion regulation in adolescents from multireligious families manifests in four primary aspects: emotion regulation strategies, goaldirected behaviors, ability to control emotional responses, and acceptance of emotional responses. Participants consciously employed various adaptive strategies, such as temporary withdrawal, positive distraction, self-reflection, and social support, to manage emotional stress. Additionally, internal factors like emotional3 awareness, self-control, and past experiences, alongside external factors such as family communication and social environmental support, play crucial roles in shaping emotion regulation abilities. Psychologically, adolescents maintain family harmony by suppressing emotional responses and directing behaviors toward long-term goals, despite internal conflicts. These findings demonstrate that emotion regulation in adolescents from multireligious families is a complex, multidimensional adaptive process involving interactions among cognitive, affective, social, and cultural aspects. Theoretically, this study contributes to family psychology and developmental psychology, particularly in understanding adolescents' emotional dynamics in religious diversity contexts, and underscores the importance of inclusive parenting patterns and open communication in enhancing emotional resilience.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Psikologi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 03:02 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 03:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44080 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


