Muhammad, Naufal Al-Faruq (2026) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TENTANG PRAKTIK JUAL BELI GAZEBO SISTEM PESANAN (Studi Pada Pengrajin Gazebo Bambu Akbar Palapa Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Fikih muamalah menurut Musthafa Ahmad Zarqa dalam Ghufron Ajib adalah hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia dan hubungan sesama manusia dalam urusan kebendaan, hak-hak kebendaan serta penyelesaian perselisihan di antara mereka. Salah satu praktik muamalah ialah jual-beli. Dalam Islam praktik jual-beli disebut juga sebagai al-ba’i. Di Jl. P. Emir Moh Noer, kecamatan Teluk Betung Utara, kota Bandar Lampung, terdapat praktik jual-beli atau al-ba’i dalam praktik ini barang yang diperjual-belikan ialah gazebo bambu. Dalam penerapannya pengrajin gazebo bambu melakukan kegiatan jual-beli istishna’ yang sering kita sebut juga dengan sistem pesanan dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Namun dalam Realitanya, pengrajin gazebo tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu serta barang yang dipesan tidak sesuai dengan yang dipesan. Rumusan masalah pada skripsi ini adalah pertama Bagaimana praktik jual-beli istishna’ pada pengrajin gazebo bambu Akbar Palapa Bandar Lampung. Kedua Bagaimana analisis hukum ekonomi syariah tentang jual beli istishna’, pada pengrajin gazebo bambu Akbar Palapa Bandar Lampung. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori jual beli isthisna’. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder, data primer diambil dari kasus di lapangan dengan data sekunder diambil dari buku yang berkenaan dengan masalah jual-beli istishna’. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data populasi dan sampel diambil dari data lapangan, sedangkan analisa data menggunakan analisa data kualitatif dengan pendekatan berpikir induktif. Hasil penelitian ini menujukan praktik jual beli gazebo dengan sistem pesanan yang diterapkan oleh pengrajin gazebo bambu Akbar di Palapa, Bandar Lampung, dalam perspektif hukum Islam pada dasarnya telah memenuhi seluruh ketentuan rukun dan syarat yang ditetapkan oleh para ulama. Namun, permasalahan muncul pada tahap implementasi, khususnya disebabkan oleh tindakan pihak pembeli yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang telah disepakati. Pelanggaran ini menyebabkan transaksi jual beli tidak berjalan sesuai dengan harapan dan perjanjian awal, serta menimbulkan kerugian, terutama di pihak penjual. Tindakan semacam ini bertentangan dengan esensi jual beli dalam Islam yang bertujuan menciptakan pertukaran yang adil dan menghindarkan umat Islam dari praktik kebatilan. ABSTRACT Muamalah jurisprudence according to Musthafa Ahmad Zarqa in Ghufron Ajib is a law related to human actions and relationships between humans in material matters, material rights and the resolution of disputes between them. One of the muamalah practices is buying and selling. In Islam, the practice of buying and selling is also called al-ba'i. On Jl. P. Emir Moh Noer, Teluk Betung Utara sub-district, Bandar Lampung city, there is a practice of buying and selling or al-ba'i in this practice the goods being traded are bamboo gazebos. In its implementation, bamboo gazebo craftsmen carry out istishna' buying and selling activities which we often also call an order system with a predetermined time period. However, in reality, gazebo craftsmen cannot complete it on time and the goods ordered do not match what was ordered. The formulation of the problem in this thesis is first How is the practice of istishna' buying and selling in the Akbar Palapa Bandar Lampung bamboo gazebo craftsmen. Second, how is the analysis of sharia economic law regarding istishna' buying and selling, at the Akbar Palapa Bandar Lampung bamboo gazebo craftsman. The author's purpose in conducting this research is to find out how istishna' buying and selling practices at the Akbar Palapa Bandar Lampung bamboo gazebo craftsman and how is the analysis of sharia economic law regarding istishna' buying and selling at the Akbar Palapa Bandar Lampung bamboo gazebo craftsman. This research is a descriptive qualitative field research using primary and secondary data sources. Primary data is taken from field cases, while secondary data is taken from books related to the issue of istishna' buying and selling. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. Population and sample data sources are taken from field data, while data analysis uses qualitative data analysis with an inductive thinking approach. The results of this study indicate that the practice of buying and selling gazebos using a pre-order system implemented by the Akbar bamboo gazebo craftsman in Palapa, Bandar Lampung, from an Islamic legal perspective, has essentially fulfilled all the provisions of the pillars and conditions stipulated by Islamic scholars. However, problems arise during the implementation stage, particularly due to the actions of buyers who do not fulfill their obligations as agreed. This violation causes the sale and purchase transaction to not proceed according to expectations and the initial agreement, and results in losses, especially for the seller. Such actions contradict the essence of buying and selling in Islam, which aims to create a fair exchange and prevent Muslims from evil practices.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 26 May 2026 03:14 |
| Last Modified: | 26 May 2026 03:14 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44052 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


