DITA, PATRISIA (2026) TINJAUAN FIQIH MUAMALAH TERHADAP PERGANTIAN PENYEWA TANAH SEBELUM BERAKHIRNYA AKAD (Studi Di Desa Bakung Udik Kecamatan Gedung Meneng KabupatenTulang Bawang). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Kegiatan sewa-menyewa (ijārah) merupakan salah satu bentuk muamalah yang umum dilakukan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, baik dalam bidang perumahan, perdagangan, maupun pertanian. Namun, dalam praktiknya sering kali ditemukan permasalahan hukum, salah satunya adalah pergantian penyewa tanah sebelum berakhirnya masa akad. Fenomena ini juga terjadi di Desa Bakung Udik, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang. Praktik tersebut menimbulkan persoalan fiqih muamalah, terutama terkait dengan keabsahan akad, hak dan kewajiban para pihak, serta prinsip-prinsip syariah seperti keridhaan (tarāḍin), keadilan (al-‘adl), dan larangan unsur ketidakjelasan (gharar). Dalam hukum Islam, keabsahan akad sangat bergantung pada terpenuhinya rukun dan syarat yang telah ditetapkan syariat, sehingga tindakan pergantian penyewa tanpa izin dapat menimbulkan ketidakseimbangan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang berakad. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi dua hal utama, yaitu: bagaimana praktik pergantian penyewa tanah sebelum berakhirnya akad di Desa Bakung Udik dan bagaimana tinjauan fiqih muamalah terhadap praktik pergantian penyewa tanah sebelum masa akad berakhir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang diperkuat dengan penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat, yaitu pemilik tanah, penyewa pertama, dan penyewa kedua. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari berbagai sumber pustaka yang meliputi Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fiqih muamalah klasik dan kontemporer, serta literatur akademik yang relevan dengan permasalahan penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, akad ijarah tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pihak penyewa tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran ujrah sesuai dengan waktu yang telah disepakati, sehingga terjadi keterlambatan pembayaran selama kurang lebih tiga bulan. Dalam fiqh muamalah, pembayaran ujrah merupakan kewajiban utama pihak penyewa, sedangkan pemanfaatan objek sewa merupakan hak yang diperoleh sebagai imbalan atas pembayaran tersebut. Ketika penyewa telah memanfaatkan objek sewa namun belum memenuhi kewajiban pembayaran, maka terjadi ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban dalam akad. ABSTRACT Leasing activities (ijārah) are one form of muamalah commonly practiced by society to meet daily needs, whether in housing, trade, or agriculture. However, in practice, legal issues are often found, one of which is the replacement of a land tenant before the lease agreement period ends. This phenomenon also occurs in Bakung Udik Village, Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency. This practice raises fiqh muamalah issues, especially regarding the validity of the contract, the rights and obligations of the parties, and sharia principles such as mutual consent (tarāḍin), justice (al-‘adl), and the prohibition of uncertainty (gharar). In Islamic law, the validity of a contract depends greatly on the fulfillment of the pillars and conditions established by sharia. Therefore, replacing a tenant without permission can create an imbalance of rights and obligations among the parties involved in the agreement. The formulation of the problems in this research includes two main issues: how the practice of replacing land tenants before the end of the contract period occurs in Bakung Udik Village, and how fiqh muamalah reviews the practice of replacing land tenants before the lease period ends. The research method used is a qualitative research method with a descriptive approach. This type of research is field research, supported by library research. Primary data were obtained through direct observation and interviews with the parties involved, namely the landowner, the first tenant, and the second tenant. Meanwhile, secondary data were obtained from various literature sources, including the Qur’an, hadith, classical and contemporary fiqh muamalah books, and academic literature relevant to the research problem. Data analysis was carried out using a descriptive qualitative method. The findings of the research show that in practice, the ijarah contract did not run properly. The tenant was unable to fulfill the obligation to pay ujrah according to the agreed time, resulting in a payment delay of approximately three months. In fiqh muamalah, the payment of ujrah is the main obligation of the tenant, while the use of the leased object is the right obtained in return for that payment. When the tenant has benefited from the leased object but has not fulfilled the payment obligation, an imbalance occurs between rights and obligations in the contract.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 25 May 2026 03:45 |
| Last Modified: | 25 May 2026 03:45 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44011 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


