Achmad Naufal, Dharmawan Thoha (2026) TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TENTANG PEMILIHAN PASANGAN NIKAH MELALUI TA’ARUF ONLINE PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Pada Akun Instagram @Ta‟aruf_nikah). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Ta‟aruf merupakan proses perkenalan yang dilakukan oleh dua orang dengan maksud dan tujuan untuk menikah. Ta‟aruf dilakukan dengan landasan Islam, yakni dengan syariah atau mengedepankan tata cara Islami. Era digital membuat masyarakat berinovasi tertutama dalam kegiatan praktik ta‟aruf. Output dari era digital salah satunya adalah sosial media. Sosial Media yang menjadi objek penelitian ini terdapat pada akun Instagram @Taaruf_nikah. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah diantarannya bagaimana praktik ta‟aruf online yang dilakukan oleh akun Instagram @Taaruf_nikah dan bagaimana tinjauan hukum keluarga Islam dalam melihat praktik ta‟aruf online oleh akun Instagram @Taaruf_nikah. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan praktik ta‟aruf online di akun Instagram @Taaruf_nikah dan menganalisa praktik ta‟aruf online di akun Instagram @Taaruf_nikah dengan tinjauan hukum keluarga Islam. Dalam hal ini analisa tinjauan hukum keluarga Islam menggunakan maqashid syariah Jasser Auda. Metode penelitian dalam penelitian ini ialah dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan sifat penelitian deskriptif. Sumber data pada penelitian ini melalui tiga sumber yakni primer, sekunder dan tersier. Pengumpulan data dengan metode wawancara dan dokumentasi, serta teknik pengolahan data dengan editing, klasifikasi dan sistematisasi. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat kesimpulan bahwa ta‟aruf online pada akun Instagram @Taaruf_nikah sesuai dengan ta‟aruf konvensional yang tidak meninggalkan tata cara yang Islami. Jika ditinjau dengan keenam indikator maqashid syariah Jasser Auda, maka dapat disimpulkan bahwa enam indikator tersebut terisi dan sesuai. Adapun enam indikator tersebut pemikiran keagamaan (cognition), kemenyeluruhan (wholeness), keterbukaan (openness), hierarki berfikir yang saling mempengaruhi (interrelated hierarchy), berfikir keagamaan yang melibatkan berbagai dimensi (multidimensionality) dan kebermaksudan (purposfullness). Tujuan dari ta‟aruf yang dilaksanakan oleh akun Instagram @Taaruf_nikah masih dalam tujuan yang sama yakni dengan memudahkan orang dalam melakukan pencarian jodoh secara syariah hingga proses pernikahan yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Abstract Ta'aruf is a process of introduction carried out by two people with the intention and purpose of getting married. Ta'aruf is carried out on an Islamic basis, namely with sharia or prioritizing Islamic procedures. The digital era makes people innovate, especially in the practice of ta'aruf. One of theoutputs of the digital era is social media. The social media that is the object of this research is the Instagram account @Taaruf_nikah. This study has two problem formulations including how the practice of online ta'aruf carried out by the @Taaruf_nikah Instagram account and how the Islamic family law review looks at the practice of online ta'aruf by the @Taaruf_nikah Instagram account. The purpose of this study is to describe the practice of online ta'ar uf on the @Taaruf_nikah Instagram account and analyze the practice of online ta'aruf on the @Taaruf_nikah Instagram account with a review of Islamic family law. In this case, the analysis of Islamic family law reviews uses Jasser Auda' s maqashid sharia. The research method in this research isfield research with descriptive research. The source of data in this research is through three sources, namely primary, secondary and tertiary. Data collection using interviews and documentation, and data processing techniques with editing, classification and systematization. The conclusion of this research is that online ta'aruf on the @Taaruf_nikah Instagram account is in accordance with conventional ta'aruf which does not leave Islamic procedures. When viewed with the six indicators of maqashid sharia Jasser Auda, it can be concluded that the six indicators are filled and appropriate. The six indicators are religious thinking (cognition),wholeness,openness,interrelated hierarchy of thinking, religious thinking that involves various dimensions (multidimensionality) andpurposiveness. The purpose of ta'aruf carried out by the @Taaruf_nikah Instagram account is still in the same goal, namely by making it easier for people to search for a sharia match to a marriage process that is sakinah, mawaddah and rahmah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 25 May 2026 02:53 |
| Last Modified: | 25 May 2026 02:53 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44003 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


