Dian Asti Karina, Asti Karina (2026) Hubungan Kontrol Diri dan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Cyberbullying di Kalangan Pengguna Akun Alter. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
Abstract
Abstrak Penggunaan akun alter di media sosial memungkinkan individu tampil anonim sehingga lebih leluasa mengekspresikan diri, namun juga meningkatkan potensi cyberbullying. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pengendalian diri dan kecerdasan emosi dengan perilaku cyberbullying pada pengguna akun alter menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling, dengan 100 dari 150 partisipan memenuhi kriteria. Data dikumpulkan melalui kuesioner laporan diri dan dianalisis menggunakan SEM-PLS melalui evaluasi outer dan inner model, yang menunjukkan seluruh indikator memenuhi validitas konvergen (outer loading > 0,60; AVE > 0,50), validitas diskriminan (Fornell-Larcker dan HTMT < 0,90), serta reliabilitas konstruk (Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha > 0,70). Nilai R² sebesar 0,199 menunjukkan bahwa pengendalian diri dan kecerdasan emosi menjelaskan 19,9% variasi perilaku cyberbullying. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pengendalian diri (β = -0,335; p < 0,01) dan kecerdasan emosi (β = -0,190; p < 0,05) berpengaruh negatif signifikan terhadap cyberbullying, dengan pengendalian diri lebih dominan (f² = 0,115) dibandingkan kecerdasan emosi (f² = 0,036), sehingga semakin tinggi kedua kemampuan tersebut, semakin rendah kecenderungan individu terlibat dalam cyberbullying dan keduanya berperan sebagai faktor pelindung dalam interaksi digital anonim. Kata kunci: Cyberbullying, Kontrol Diri, Kecerdasan Emosi, Akun Alter, Media Sosial. Abstract 2 The use of alter accounts on social media allows individuals to remain anonymous and express themselves more freely, but it also increases the potential for cyberbullying. This study aims to examine the relationship between self-control and emotional intelligence with cyberbullying behavior among alter account users using a quantitative correlational method with purposive sampling, in which 100 out of 150 participants met the research criteria. Data were collected through self-report questionnaires and analyzed using SEM PLS by evaluating the outer and inner models, showing that all indicators met convergent validity (outer loading > 0.60; AVE > 0.50), discriminant validity (Fornell-Larcker and HTMT < 0.90), and construct reliability (Composite Reliability and Cronbach’s Alpha > 0.70). The R² value of 0.199 indicates that self-control and emotional intelligence explain 19.9% of the variance in cyberbullying behavior. Hypothesis testing revealed that self-control (β = -0.335; p < 0.01) and emotional intelligence (β = -0.190; p < 0.05) have a significant negative effect on cyberbullying, with self-control showing a stronger effect (f² = 0.115) than emotional intelligence (f² = 0.036), indicating that higher levels of these abilities are associated with a lower likelihood of engaging in cyberbullying, thus both function as protective factors in anonymous digital interactions. Keywords: Cyberbullying, Self-Control, Emotional Intelligence, Alter Accounts, Social Media
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Psikologi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 May 2026 08:05 |
| Last Modified: | 20 May 2026 08:05 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43968 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


