DISPENSASI NIKAH PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK DAN KEMASLAHATAN KELUARGA

APRIYANTI, Binti Nazwar (2026) DISPENSASI NIKAH PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK DAN KEMASLAHATAN KELUARGA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of ARTIKEL ILMIAH APRIYANTI.pdf] PDF
Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Dispensasi perkawinan merupakan instrumen hukum yang diberikan oleh negara sebagai pengecualian terhadap batas usia minimum perkawinan yang ditetapkan oleh undangundang. Namun, dalam praktiknya, penerapan dispensasi perkawinan masih menimbulkan ketegangan antara kepastian hukum, yang berlandaskan maslahah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dispensasi perkawinan dari perspektif perlindungan anak dan maslahah keluarga, dengan menempatkan kepentingan terbaik bagi anak (best interest of the child) sebagai prinsip utama yang harus dikedepankan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui kajian terhadap hukum perkawinan dan hukum perlindungan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispensasi perkawinan kerap diberikan berdasarkan pertimbangan sosial dan moral jangka pendek, sementara perlindungan terhadap hak-hak anak, kesiapan psikologis, serta dampak jangka panjang terhadap ketahanan keluarga belum mendapatkan perhatian yang memadai. Dari perspektif maslahah, dispensasi perkawinan seharusnya diarahkan untuk mencegah terjadinya kemudaratan yang lebih besar (darʾ al-mafāsid), bukan justru melahirkan bentuk-bentuk kerentanan baru bagi anak dan keluarga. Artikel ini menegaskan pentingnya penguatan standar penilaian hakim, peningkatan keterlibatan psikolog dan pekerja sosial, serta pengembangan pendekatan preventif melalui pendidikan keluarga dan masyarakat. Apabila diterapkan secara proporsional, dispensasi perkawinan dapat berfungsi sebagai instrumen hukum yang bersifat protektif, bukan sekadar menjadi mekanisme legitimasi perkawinan anak, sehingga selaras dengan tujuan perlindungan anak dan terwujudnya keluarga yang berorientasi pada maslahah. ABSTRACT This Marriage dispensation constitutes a legal instrument granted by the state as an exception to the statutory minimum age of marriage. In practice, however, its application continues to generate tensions between legal certainty, child protection, and the objective of establishing a family grounded in maslahah. This article aims to analyze marriage dispensation from the perspectives of child protection and family maslahah, positioning the best interest of the child as the primary guiding principle. The study employs a normative juridical method, using statutory and conceptual approaches through an examination of marriage legislation and child protection law. The findings indicate that marriage dispensation is frequently granted on the basis of short-term social and moral considerations, while insufficient attention is paid to the protection of children’s rights, psychological readiness, and the long-term implications for family resilience. From the perspective of maslahah, marriage dispensation should be directed toward preventing greater harm rather than generating new forms of vulnerability for children and families. This article emphasizes the need to strengthen judicial standards of assessment, enhance the involvement of psychologists and social workers, and promote preventive approaches through family and community education. When applied proportionately, marriage dispensation may function as a protective legal instrument rather than merely serving as a mechanism for legitimizing child marriage, thereby aligning with the objectives of child protection and the realization of a maslahah-oriented family.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 19 May 2026 07:55
Last Modified: 19 May 2026 07:55
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43928

Actions (login required)

View Item View Item