HAMIDAH, Bin Jumhadi (2026) PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KESADARAN LINGKUNGAN HIDUP PESERTA DIDIK DI SMP WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN (Studi Kasus pada Sekolah di Bandar Lampung dan Lampung Selatan). Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi pada dasarnya berakar dari krisis perilaku dan rendahnya tanggung jawab manusia terhadap alam. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis untuk membina karakter ekologis peserta didik melalui penanaman nilai-nilai Islam yang menekankan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil al-ardh. Namun, berdasarkan temuan lapangan, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan peserta didik di wilayah perkotaan SMP Negeri 36 Bandar Lampung dan di wilayah pedesaan SMP Negeri Satu Atap 1 Merbau Mataram Lampung Selatan, dengan perilaku nyata dalam menjaga kebersihan serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran PAI dalam membentuk kesadaran lingkungan hidup peserta didik kelas VIII (delapan) serta membandingkan pembelajaran PAI tersebut pada konteks sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan, dengan menelaah perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajarannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan peserta didik, serta dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan Teknik. Hasil temuan menunjukan bahwa pembelajaran PAI di sekolah perkotaan dan pedesaan telah dilakukan dengan beberapa tahap yaitu, (1). Guru telah melakukan perencanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan peserta didik, (2) Dalam tahap pelaksanaan, guru menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, habituasi dan I’tibar, dan (3) Pada tahap evaluasi guru menggunakan tes tertulis serta tanya jawab untuk mengetahui pemahaman kognitif dan afektif, sehingga peserta didik mampu memahami teori dengan baik dan sadar bahwa alam semesta merupakan amanah yang harus dijaga dan dilestarikan. Namun, dalam aspek psikomotorik, peserta didik masih menunjukan stagnasi (peserta didik membersihkan lingkungan jika diinstruksikan guru atau terikat jadwal piket, serta belum adanya inisiatif mandiri dalam kebersihan lingkungan maupun merawat tanaman di sekolah secara sukarela). Perilaku peserta didik di sekolah masih bersifat individu (peserta didik hanya merasa bertanggung jawab atas sampah dirinya sendiri, dan belum memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sekolah secara menyeluruh). ABSTRACT Environmental degradation fundamentally stems from a crisis of behavior and a lack of human responsibility toward nature. Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in fostering students’ ecological character through the internalization of Islamic values that emphasize human responsibility as khalifah fil al-ardh (stewards of the earth). However, field findings indicate a gap between students’ understanding of religious values related to environmental preservation and their actual behavior in maintaining cleanliness and demonstrating environmental awareness in daily school life. This gap was observed among students in urban schools (SMP Negeri 36 Bandar Lampung) and rural schools (SMP Negeri Satu Atap 1 Merbau Mataram, South Lampung). This study aims to analyze Islamic Religious Education learning in shaping environmental awareness among eighth-grade students and to compare its implementation in urban and rural school contexts by examining the stages of planning, implementation, and evaluation. The research employed a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews with PAI teachers and students, and documentation. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that Islamic Religious Education learning in both urban and rural schools was conducted through several stages: (1) teachers designed lesson plans tailored to students’ conditions; (2) during the implementation stage, teachers applied lecture, discussion, demonstration, habituation, and i’tibar (moral reflection) methods; and (3) in the evaluation stage, teachers used written tests and question-and-answer sessions to assess students’ cognitive and affective understanding. As a result, students were able to comprehend theoretical concepts and recognize that the universe is a trust (amanah) that must be preserved and protected. However, in the psychomotor aspect, students still demonstrated stagnation. They tended to clean the environment only when instructed by teachers or when assigned scheduled duties, and showed limited personal initiative in maintaining school cleanliness or caring for plants voluntarily. Students’ environmental behavior remained individualistic, as they felt responsible only for their own waste and had not yet developed a collective awareness to maintain overall school cleanliness.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 13 May 2026 03:22 |
| Last Modified: | 13 May 2026 03:22 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43827 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


