SITI, SYARIAH (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK JUAL BELI IKAN YANG DI TANGKAP DENGAN MENGGUNAKAN OBAT (RACUN) (Studi Di Desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Hubungan manusia sebagai makhluk sosial ini dikenal dengan istilah mu’amalah, yang dimaksud dengan muamalah ialah tukar menukar barang atau sesuatu yang memberi manfaat dengan cara yang ditentukan seperti jual beli. jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar barang, barang dengan uang dan melepaskan hak milik dari yang satu kepada yang lain atas dasar saling merelakan sesuai dengan ketentuan rukun dan syarat jual beli. Jual beli yang tidak memenuhi rukun dan syart jual beli akan mengakibatkan tidak sah nya suatu jual beli. Jual beli ikan yang di tangkap dengan menggunakan obat (racun) merupakan salah satu aktifitas jaul beli yang terjadi di Desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Jual beli ikan yang di tangkap dengan menggunakan obat (racun) di duga tidak memenuhi syarat jual beli karena barang yang diperjualbelikan haruslah diketahui dari segi kualitasnya, jual beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan obat (racun) di duga tergolong dalam jual beli gharar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktik jual beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan racun di Desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan dan Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang praktik jual beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan racun Desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana praktiknya jual beli ikan yang ditangkap menggunakan racun dan kandungan kesehatan di dalam ikan tersebut Untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap jual beli ikan yang ditangkap menggunakan racun. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dilokasi penelitian. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan dataiv sekunder dan menggunakan populasi sebanyak 12 orang dengan sampel 2 petani, 8 pembeli dan 2 tengkulak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan bahwa praktik jual beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan obat (racun) di Desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan adalah tidak sah karena tidak terpenuhinya salah satu syarat sah jual beli yaitu barang harus diketahui sedangkan dalam jual beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan racun di desa berundung penjual ikan tidak menjelaskan kualitas barang tersebut, dan terdapat unsur gharar yang mengakibatkan jual beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan racun (obat) tersebut haram hukumnya. Sedangkan jika dilihat dari sisi objek akad tidak memenuhi syarat yaitu barang harus suci dari najis atau barang yang diharamkan. Menurut konsep Sadd Adz-dzari’ah jual beli ini dilarang karena transaksi tersebut secara pasti mebawa mafsadah (kerusakan).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 12 May 2026 02:16 |
| Last Modified: | 12 May 2026 02:16 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43797 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


