IRFAN, NURUDIN (2026) STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK TIM PEMENANGAN DEDI & TOPANI PADA PILKADA 2024 KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
Abstract
ABSTRACT The 2024 Regional Head Election (Pilkada) in Pesisir Barat Regency reveals a gap between the relatively balanced parliamentary support of the candidate pairs and the final vote results. Despite similar levels of party backing, the election outcomes show significant differences in vote result, raising questions about the role of political communication strategies in influencing voter preferences. This study aims to analyze the political communication strategy implemented by the campaign team of Dedi Irawan and Irawan Topani in navigating the competition of the 2024 Pesisir Barat Pilkada. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. The data consist of primary and secondary sources. Primary data were obtained through in-depth interviews with the Secretary of the Dedi & Topani Campaign Team, members of rival campaign teams, and election organizers. Secondary data were collected from official KPU documents, election regulations, and relevant literature on political strategy and communication. The findings indicate that the political communication strategy of the Dedi & Topani campaign team was not rigidly based on initial planning but evolved dynamically in response to field conditions. Within the framework of strategy as plan, the team conducted mapping of political strengths, vote distribution areas, and potential threats down to the polling station level as the basis for field operations. Through strategy as ploy and strategy as pattern, the team managed issues related to bureaucratic neutrality, clarified public perceptions regarding social assistance programs, and implemented repetitive face-to-face campaign activities. In terms of strategy as position, Dedi & Topani were framed as symbols of change, with a particular focus on young voters. Meanwhile, strategy as perspective was reflected in the team’s internal worldview that interpreted political competition as an opportunity to build public awareness of the need for change. This communication strategy has led to increased political understanding among some members of the community, although regional election outcomes are often influenced by local power dynamics, political resources, and a pragmatic political culture. Keywords : Regional Head Election (Pilkada), political strategy, campaign team. ABSTRAK Pilkada Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2024 menunjukkan adanya kesenjangan antara kekuatan dukungan politik parlemen dan hasil perolehan suara pasangan calon. Meskipun dukungan partai relatif seimbang, hasil Pilkada memperlihatkan perbedaan suara yang cukup signifikan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai peran strategi komunikasi politik dalam memengaruhi pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik yang dijalankan oleh Tim Pemenangan pasangan Dedi Irawan dan Irawan Topani dalam menghadapi persaingan Pilkada Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat deskriptif. Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Sekretaris Tim Pemenangan Dedi & Topani, tim pemenangan pasangan calon lain, serta penyelenggara Pilkada. Data sekunder bersumber dari dokumen resmi KPU, regulasi Pilkada, dan literatur yang relevan dengan kajian strategi dan komunikasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik Tim Pemenangan Dedi & Topani tidak dijalankan secara kaku berdasarkan perencanaan awal, melainkan berkembang mengikuti dinamika lapangan. Dalam kerangka strategy as plan, tim melakukan pemetaan kekuatan politik, wilayah suara, dan potensi ancaman hingga tingkat TPS sebagai dasar kerja lapangan. Selanjutnya, melalui strategy as ploy dan pattern, tim mengelola isu netralitas aparat, meluruskan pemahaman masyarakat terkait bantuan sosial, serta menerapkan pola kampanye tatap muka yang dilakukan secara berulang. Pada aspek strategy as position, pasangan Dedi & Topani diposisikan sebagai simbol perubahan dengan fokus pada segmen anak muda. Sementara itu, strategy as perspective tercermin dari cara pandang internal tim yang memaknai persaingan sebagai ruang untuk membangun kesadaran masyarakat akan kebutuhan perubahan. Strategi komunikasi ini berdampak pada bertambahnya pemahaman politik sebagian masyarakat, meskipun hasil Pilkada seringkali dipengaruhi oleh faktor kekuasaan lokal, sumber daya politik, dan budaya politik pragmatis. Kata kunci: Pilkada, strategi politik, tim pemenangan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pemikiran Politik Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 05 May 2026 07:59 |
| Last Modified: | 05 May 2026 07:59 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


