INFERIORITY FEELINGS PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN : BAGAIMANA PERAN PENGASUH DALAM MEMBERIKAN DUKUNGAN SOSIAL?

SYARIFAH NAZMA FARAH, UBAIDILLAH AL DJUFRI (2026) INFERIORITY FEELINGS PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN : BAGAIMANA PERAN PENGASUH DALAM MEMBERIKAN DUKUNGAN SOSIAL? Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 SYARIFAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI SYARIFAH NAZMA FARAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Inferiority feelings adalah kondisi psikologis berupa perasaan rendah diri yang timbul ketika seseorang memandang dirinya kurang mampu, tidak bernilai, atau berada pada posisi lebih rendah dibandingkan orang lain, baik dalam aspek sosial, akademik, fisik, maupun emosional. Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki kerentanan lebih besar terhadap munculnya perasaan ini karena terbatasnya dukungan keluarga, pengalaman hidup yang penuh tekanan, serta adanya kecenderungan membandingkan diri dengan teman sebaya yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lebih stabil. Apabila kondisi tersebut tidak mendapatkan penanganan yang tepat, dampaknya dapat terlihat pada menurunnya rasa percaya diri, kesulitan dalam berinteraksi sosial, serta terganggunya perkembangan psikologis remaja. Dalam konteks ini, dukungan sosial dari pengasuh memegang peranan penting dalam membantu remaja membangun citra diri yang positif serta meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengasuh dalam memberikan dukungan sosial kepada remaja di panti asuhan yang mengalami perasaan inferioritas, sekaligus mengidentifikasi hambatan serta strategi yang diterapkan dalam proses pendampingan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi guna menggali secara mendalam pengalaman subjektif remaja dan pengasuh. Partisipan penelitian terdiri dari tiga remaja berusia 13–19 tahun dan satu orang pengasuh di Panti Asuhan Husnul Khotimah Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi sumber, member checking, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial yang diberikan pengasuh mencakup pemberian beasiswa bahasa Inggris, penyampaian nasihat dan saran, serta pemberian motivasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri remaja. Peran pengasuh juga terlihat melalui perhatian secara personal, kesediaan mendengarkan keluhan remaja, pendampingan dalam kegiatan belajar, serta pemberian apresiasi atas setiap pencapaian yang diraih. Dukungan tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan diri remaja pada aspek sosial, akademik, maupun pengembangan potensi diri. Meskipun demikian, pelaksanaan dukungan sosial menghadapi beberapa hambatan, seperti perbedaan kebutuhan dan karakter masing-masing remaja, keterbatasan jumlah pengasuh, fasilitas panti yang belum memadai, serta beban emosional yang dirasakan pengasuh. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengasuh menerapkan strategi berupa pendekatan personal yang empatik, bimbingan akademik yang berkesinambungan, pemberian penguatan positif, serta stimulasi keterampilan sosial dan fisik melalui berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan remaja. Kata Kunci : Perasaan Inferioritas, Dukungan Sosial, Pengasuh, Remaja, Panti Asuhan. ABSTRACT Inferiority feelings are a psychological condition characterized by feelings of inadequacy that arise when individuals perceive themselves as less capable, less valuable, or inferior to others in social, academic, physical, or emotional aspects. Adolescents living in orphanages are more vulnerable to experiencing these feelings due to limited family support, stressful life experiences, and a tendency to compare themselves with peers who grow up in more stable family environments. If not properly addressed, these feelings may lead to decreased self-confidence, difficulties in social interaction, and disruptions in adolescents‟ psychological development. In this context, social support from caregivers plays a crucial role in helping adolescents develop a positive self-image and enhance their self esteem. This study aims to analyze the role of caregivers in providing social support to adolescents in orphanages who experience inferiority feelings, as well as to identify the challenges and strategies applied in the mentoring process. This research employs a qualitative approach using a phenomenological method to explore in depth the subjective experiences of both adolescents and caregivers. The participants consisted of three adolescents aged 13–19 years and one caregiver at Husnul Khotimah Orphanage in Bandar Lampung. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. The data analysis process included data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity testing conducted through source triangulation, member checking, and audit trail. The findings reveal that the forms of social support provided by caregivers include English language scholarships, advice and guidance, as well as motivational encouragement to foster adolescents‟ self-confidence. The caregivers‟ role is also reflected in providing personal attention, listening to adolescents‟ concerns, guiding learning activities, and giving appreciation for each achievement attained. Such support contributes to improving adolescents‟ self-confidence in social, academic, and personal development aspects. However, the implementation of social support faces several challenges, including differences in individual needs and characteristics among adolescents, a limited number of caregivers, inadequate orphanage facilities, and the emotional burden experienced by caregivers. To overcome these challenges, caregivers implement strategies such as a personal and empathetic approach, continuous academic guidance, positive reinforcement, and the stimulation of social and physical skills through various developmental activities. Keywords : Inferiority Feelings, Social Support, Caregivers, Adolescents, Orphanage.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Psikologi Islam
Divisions: Psikologi Islam > Psikologi Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 05 May 2026 07:25
Last Modified: 05 May 2026 07:25
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43723

Actions (login required)

View Item View Item