GILANG, IBNU PRATAMA (2026) INTERAKSI SOSIAL PASCA TAWURAN REMAJA DESA KECAPI DENGAN DESA PEMATANG KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Tawuran remaja merupakan konflik fisik antara remaja yang merupakan bentuk kenakalan remaja yang dapat menimbulkan kerugian dan kerusakan. Konflik dalam penelitian ini merupakan konflik horizontal karena terdapat permasalahan antar remaja yaitu remaja Desa Kecapi dengan remaja Desa Pematang Kecamatan Kalianda yang diawali dengan aksi saling ejek di media sosial (Medsos). Tawuran yang terjadi pada 18 Maret 2024 ditandai dengan kesepakatan antara remaja Desa Kecapi dan remaja Desa Pematang untuk menyelesaikan perselisihan mereka secara konfrontatif. Lokasi yang dipilih untuk pertemuan tersebut adalah lapangan volly Desa Kecapi. Akar konflik berawal dari insiden saling mengejek yang terjadi di ruang digital, khususnya melalui percakapan grup pada aplikasi WhatsApp. Karang Taruna berfungsi sebagai organisasi kepemudaan yang memegang peranan signifikan dalam membangun interaksi sosial antara remaja Desa Kecapi dan Desa Pematang melalui berbagai aktivitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data menggunakan dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Pemilihan informan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling dengan pendekatan sosiologis. Pendekatan sosiologis adalah suatu pendekatan yang menerangkan suatu keadaan masyarakat yang dilengkapi dengan struktur ataupun gambaran gejala sosial yang saling berhubungan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga metode, yaitu pengamatan (observation), wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konflik daan resolusi konflik Johan Galtung, serta teori interaksi sosial Soerjono Soekanto yang digunakan untuk menganalisis dan membahas temuan yang ada di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyelesaian konflik pasca tawuran remaja Desa Kecapi dan Desa Pematang diawali dengan adanya upaya pendekatan dan mediasi yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa yang berhasil memperbaiki hubungan sosial antar remaja. . Interaksi pasca tawuran ini menunjukkan bahwa konflik dapat dikelola menjadi momentum untuk membangun hubungan sosial yang lebih kuat dan harmonis. Karang taruna sebagai wadah remaja untuk saling berkomunikasi, pengawasan sekaligus membuat kegiatan-kegiatan yang positif yang menjalin interaksi sosial antar kedua desa. Upaya dalam mencegah konflik yang berkelanjutan dengan menggabungkan dua pendekatan kunci, yaitu pengaturan internal (self regulation) melalui tata tertib bersama, patroli desa, dan kegiatan pemersatu seperti pertandingan olahraga, serta intervensi eksternal (third-party intervention) berupa kerja sama dengan kepolisian untuk pengawasan dan penyuluhan, serta kolaborasi dengan orang tua dalam pengawasan dan pola asuh remaja. Kata kunci : Remaja, Tawuran Remaja, Interaksi Sosial. ABSTRACT Teenage brawls are physical conflicts between minors of juvenile delinquency that can cause loss and damage. There are so many reasons that can make fights between teenagers occur. Teenagers often get into fights just because of trivial problems, such as making fun of each other, crossing paths on the street, various competitions, and the influence of social media, which then causes fights. The brawl that occurred on March 18, 2024 was marked by an agreement between the teenagers of Kecapi Village and the teenagers of Pematang Village to resolve their disputes confrontationally. The location chosen for the meeting was the Kecapi Village volleyball court. The root of the conflict stems from incidents of mocking each other that occur in the digital space, especially through group conversations on the WhatsApp application. Karang Taruna functions as a youth organization that plays a significant role in building social interaction between the youth of Kecapi Village and Pematang Village through various activities. The research method used in this study is a qualitative method that is descriptive. Data sources use two sources, namely primary data and secondary data. The selection of informants in this study was to use purposive sampling techniques with a sociological approach. A sociological approach is an approach that describes a state of society that is equipped with structures or descriptions of interconnected social symptoms. The data collection method in this study uses three methods, namely observation, interview, and documentation. The data analysis technique goes through three stages, namely data reduction, data presentation and data verification. The theories used in this study are the conflict theory and conflict resolution of Johan Galtung, as well as the theory of social interaction of Soerjono Soekanto which is used to analyze and discuss the findings in the field. The results of this study show that the process of resolving conflicts after the youth brawl in Kecapi Village and Pematang Village began with an approach and mediation effort carried out by the village government with community leaders and village officials that succeeded in improving social relations between adolescents. This post-brawl interaction shows that conflict can be managed into a momentum to build stronger and harmonious social relationships. The youth organization is a forum for teenagers to communicate with each other, supervise and make positive activities that establish social interaction between the two villages. Efforts to prevent sustainable conflicts by combining two key approaches, namely internal regulation through mutual order, village patrols, and unifying activities such as sports matches, as well as third party intervention in the form of cooperation with the police for supervision and counseling, as well as collaboration with parents in supervision and parenting of adolescents. Keywords : Teens, Teenage Brawls, Social Interaction.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 03:55 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 03:55 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43563 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


