KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MEMBINA KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH KABUPATEN TULANG BAWANG

SUCI, SEPTITA SARI (2026) KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MEMBINA KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH KABUPATEN TULANG BAWANG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 2.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI SUCI SEPTITA SARI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Komunikasi persuasif adalah suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan untuk mengubah kepercayaan, sikap, dan perilaku dengan mempengaruhi aspek-aspek psikologis komunikan secara sukarela. Jadi artinya suatu informasi yang berpesan yang mempengaruhi oleh komunikan serta bertujuan dalam kebaikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Teknik Komunikasi Persuasif Dalam Membina Kedisiplinan Santri Di Pondok Pesantren Darunnajah Kabupaten Tulang Bawang. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Adapun sumber data penelitian yaitu sumber data primer menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, 1 orang pengurus kedisiplinan, 1 orang pengasuh, 2 orang wali kelas, dan 4 orang santri dan Metode Pengumpulan Data dalam penelitian yaitu melalui , wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu Miles&Huberman melalui,reduksi data penyajian data serta penrikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teknik komunikasi persuasif dan tujuan membina kedisplinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi persuasif merupakan teknik yang efektif dalam membina kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darunnajah Kabupaten Tulang Bawang melalui penerapan empat teknik, yaitu asosiasi, integrasi, ganjaran, dan tataan. Teknik asosiasi membantu santri memahami disiplin dengan mengaitkannya pada nilai keagamaan, keteladanan, dan manfaat kehidupan sehari-hari; teknik ganjaran dan tataan berperan sebagai penguat motivasi melalui penekanan manfaat serta dorongan positif. Namun, dari keempat teknik tersebut, teknik integrasi merupakan yang paling cocok dan dominan diterapkan di lingkungan pondok pesantren, karena mampu membangun kedekatan emosional, rasa kebersamaan, dan ikatan kekeluargaan antara pengasuh dan santri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik integrasi yang paling efektif karena dengan teknik integrasi, disiplin tidak dipahami sebagai paksaan atau aturan semata, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang tumbuh dari kesadaran, keteladanan, dan hubungan yang harmonis, melalui penerapan tujuan korektif dan disiplin preventif Kata Kunci: Teknik, Komunikasi Persuasif, Kedisiplinan Santri. ABSTRACT Persuasive communication is a process of conveying messages from the communicator to the communicant to change beliefs, attitudes and behavior by voluntarily influencing the psychological aspects of the communicant. So it means information that has a message that influences the communicant and is aimed at goodness. The aim of this research is to describe persuasive communication techniques in fostering student discipline at the Darunnajah Islamic Boarding School, Tulang Bawang Regency.This research method is a type of field research with the nature of qualitative descriptive research. The research data sources are primary data sources using purposive sampling techniques with criteria, 1 discipline administrator, 1 caregiver, 2 homeroom teachers, and 4 students and data collection methods in the research, namely through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is Miles & Huberman through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The theory used is persuasive communication techniques and the aim of fostering discipline. The research results show that persuasive communication is an effective technique in fostering student discipline at the Darunnajah Islamic Boarding School, Tulang Bawang Regency through the application of four techniques, namely association, integration, reward and order. Association techniques help students understand discipline by linking it to religious values, role models and the benefits of everyday life; Reward and arrangement techniques act as motivation amplifiers by emphasizing benefits and positive encouragement. However, of the four techniques, the integration technique is the most suitable and dominantly applied in the Islamic boarding school environment, because it is able to build emotional closeness, a sense of togetherness, and familial ties between caregivers and students. Thus, it can be concluded that integration techniques are the most effective because with integration techniques, discipline is not understood as mere coercion or rules, but rather as a shared responsibility that grows from awareness, example and harmonious relationships, through the implementation of corrective goals and preventive discipline. Keywords: Engineering, Persuasive Communication, Santri Discipline.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 09 Apr 2026 04:50
Last Modified: 09 Apr 2026 04:50
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43329

Actions (login required)

View Item View Item