DAFFA, BINTANG PRAMUDYA (2026) ANALISIS SIYĀSAH TANFIŻIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 56 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PEMBEBASAN BERSYARAT (Studi di Balai Pemasyarakatan Kelas II Metro). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Pembimbingan Kemasyarakatan adalah kegiatan yang diselenggarakan guna pendampingan Klien di dalam dan di luar proses peradilan pidana serta mempersiapkan Klien untuk proses reintegrasi sosial. Balai Pemasyarakatan Kelas II Metro menjadi salah satu lembaga yang menjalankan fungsi pembimbingan kemasyarakatan terhadap klien. Pembimbing Kemasyarakatan merupakan Petugas Pemasyarakatan yang melaksanakan Litmas, pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan terhadap Klien, baik di dalam maupun di luar proses peradilan pidana. Maka perlu diperhatikan implementasi Pasal 56 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dalam Melaksanakan Program Pembebasan Bersyarat belum berjalan secara optimal. Salah satunya adalah karena klien yang memiliki keterbatasan ekonomi dan perlu dianalisis dari perspektif Siyāsah Tanfiżiyyah. Pembebasan Bersyarat (PB) adalah salah satu program untuk klien untuk proses reintegrasi sosial agar klien mendapat bekal dalam meningkatkan kualitas mental dan spiritual, intelektual, keterampilan, dan kemandirian bagi klien dan dapat diterima kembali oleh masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengolahan data dalam penelitian ini dengan cara melakukan pemeriksaan data, klasifikasi data, dan rekontruksi data. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah Teori Siyāsah Tanfiżiyyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Pasal 56 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dalam Melaksanakan Program Pembebasan Bersyarat di Balai Pemasyarakatan Kelas II Metro sudah berjalan cukup baik dalam penyelenggaraan pembimbingan kemasyarakatan, khususnya dalam pembimbingan, dan pengawasan yang dilaksanakan dalam program pembebasan bersyarat. Namun, masih ditemukan beberapa hambatan seperti wilayah kerja Bapas Metro yang cukup luas, rendahnya pendidikan, dan gagap teknologi. Adapun dalam analisis Siyāsah Tanfiżiyyah, pembimbing kemasyarakatan sudah sesuai dengan prinsip Al-Adalah (keadilan) untuk mengatasi hambatan yang telah ada. Kemudian islam memandang aplikasi barometer yang sedang dikembangkan Bapas Metro sebagai Ijtihad yang baik untuk mendukung kemajuan teknologi yang dapat membantu kehidupan masyarakat demi kemaslahatan umat dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. ABSTRACT Community Guidance is an activity organized to assist clients inside and outside the criminal justice process and prepare clients for the social reintegration process. The Class II Metro Correctional Center is one of the institutions that carries out the function of community guidance for clients. Community Guidance is a Correctional Officer who carries out Litmas, mentoring, guidance, and supervision of clients, both inside and outside the criminal justice process. Therefore, it is necessary to pay attention to the implementation of Article 56 of Law Number 22 of 2022 concerning Corrections in Implementing the Conditional Release Program which has not been running optimally. One reason is because clients have economic limitations and need to be analyzed from a Siyāsah Tanfiżiyyah perspective. Conditional Release (PB) is one of the programs for clients for the social reintegration process so that clients are equipped to improve their mental and spiritual quality, intellect, skills, and independence for clients and can be re-accepted by society. The method used in this study is qualitative with a descriptiveanalytical approach. This type of research utilizes field research. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. Data processing methods in this study include data examination, data classification, and data reconstruction. The theory used in this study is the Siyāsah Tanfiżiyyah Theory. The results of this study indicate that the implementation of Article 56 of Law Number 22 of 2022 concerning Corrections in Implementing the Conditional Release Program at the Class II Metro Correctional Center has been running quite well in the implementation of community guidance, especially in guidance and supervision carried out in the conditional release program. However, several obstacles were still found, such as the fairly large working area of the Metro Correctional Center, low education, and technological stuttering. Meanwhile, in the Siyāsah Tanfiżiyyah analysis, community guidance is in accordance with the principles of Al-Adalah (justice) to overcome existing obstacles. Then, Islam views the barometer application being developed by Metro Correctional Center as a good Ijtihad to support technological progress that can help people's lives for the benefit of the community and does not conflict with the Qur'an and Sunnah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 05:01 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 05:01 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43300 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


