PESAN ESKATOLOGI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KESALEHAN SOSIAL DALAM SURAH AN-NABA’, AT-TAKWĪR DAN AL-QĀRI‘AH PERSPEKTIF TAFSIR MAFĀTĪḤ AL-GHAIB

MUSTOFA, KHAQINAZALI (2026) PESAN ESKATOLOGI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KESALEHAN SOSIAL DALAM SURAH AN-NABA’, AT-TAKWĪR DAN AL-QĀRI‘AH PERSPEKTIF TAFSIR MAFĀTĪḤ AL-GHAIB. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 MUSTOFA KHAQINAZALI.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of TESIS MUSTOFA KHAQINAZALI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Fenomena eskatologi dalam Al-Qur'an sering kali dipahami sebatas peristiwa kosmologis masa depan, sehingga sering kali mengaburkan fungsi etisnya sebagai penggerak transformasi sosial saat ini. Padahal, di tengah krisis kemanusiaan dan ekologis modern, teks-teks eskatologis memiliki potensi besar sebagai instrumen kritik sosial. Begitu banyaknya keragaman teks ayat bahkan surat dalam Al-Qur'an yang membahas tema eskatologi, sehingga memerlukan pendekatan dan pemahaman yang mendalam untuk mengkajinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kedalaman pesan eskatologi dalam Surah An-Naba‟, At-Takwīr, dan Al-Qāri„ah melalui lensa Tafsir Mafātīḥ al-Ghaib karya Imam Fakhruddin al-Rāzī, serta menganalisis relevansinya terhadap kesalehan sosial di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan menggunakan metode komparatif untuk membedah perbedaan karakteristik eskatologis dari ketiga surah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah analisis konten (content analysis) terhadap teks tafsir yang kemudian dikorelasikan dengan lima indeks kesalehan sosial, yaitu: solidaritas sosial, relasi kemanusiaan (kebinekaan), etika dan budi pekerti, kelestarian alam, serta relasi dengan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Rāzī mengonstruksi eskatologi sebagai kesatuan argumen yang progresif: Surah An-Naba‟ menekankan aspek argumentatif-rasional sebagai fondasi etika lingkungan dan kritik atas penyalahgunaan kekuasaan; Surah At-Takwīr menonjolkan aspek visualitatif-stilistika sebagai kritik terhadap penindasan kemanusiaan dan indahnya untaian lafadz Idza sebanyak dua belas kali dalam 13 ayat yang berurutan; dan Surah Al-Qāri„ah memfokuskan pada aspek psikologis-informatif melalui gambaran manusia dan alam semesta itu lemah, serta hidup adalah akumulasi beratnya manfaat sosial. Relevansi pesan eskatologi ini terhadap kehidupan modern mewujud dalam bentuk kesalehan sosial, di mana kesadaran akan hari akhir menjadi kekuatan pendorong bagi individu untuk menjaga kelestarian ekosistem, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan memperkuat integritas dalam kehidupan bernegara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eskatologi perspektif al-Rāzī tidak melahirkan sikap apatis, melainkan menuntut akuntabilitas sosial yang nyata sebagai manifestasi dari kemurnian iman. ABSTRACT The phenomenon of eschatology in the Qur'an is often understood merely as future cosmological events, which frequently obscures its ethical function as a driver for current social transformation. In fact, amidst modern humanitarian and ecological crises, eschatological texts possess great potential as instruments of social critique. The vast diversity of verses and chapters in the Qur'an discussing eschatological themes necessitates a deep approach and understanding for their study. This research aims to uncover the depth of eschatological messages in Surah An-Naba’, At-Takwīr, and Al-Qāri‘ah through the lens of Tafsir Mafātīḥ al-Ghaib by Imam Fakhruddin al-Rāzī, and to analyze their relevance to social piety in the modern era. This study is a qualitative library research utilizing a comparative method to dissect the different eschatological characteristics of these three surahs. The approach used is content analysis of the exegetical texts, which are then correlated with five indices of social piety: social solidarity, human relations (diversity), ethics and morality, environmental sustainability, and relations with the state. The results indicate that al-Rāzī constructs eschatology as a progressive unity of arguments: Surah An-Naba’ emphasizes the argumentative-rational aspect as the foundation of environmental ethics and criticism of abuse of power; Surah At-Takwīr emphasizes the visualstylistic aspect as a criticism of human oppression and the beauty of the string of Idza phrases twelve times in 13 consecutive verses; and Surah AlQāri‘ah focuses on the psychological-informative aspect through the depiction of humans and the universe as weak, and life as an accumulation of heavy social benefits. The relevance of this eschatological message to modern life is manifested in the form of social piety, where awareness of the end of the world becomes a driving force for individuals to maintain the sustainability of the ecosystem, uphold human rights, and strengthen integrity in national life. This study concludes that al-Rāzī’s eschatological perspective does not give rise to apathy, but rather demands real social accountability as a manifestation of the purity of faith.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 07 Apr 2026 02:19
Last Modified: 07 Apr 2026 02:19
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43261

Actions (login required)

View Item View Item