RIZKI, DWI PRANATA JAYA (2026) DAMPAK FINTECH DAN PLATFORM DIGITAL BANKING TERHADAP INKLUSI KEUANGAN PADA UMKM DI BANDAR LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Kasus pada UMKM Kuliner di Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Inklusi keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di tengah perkembangan teknologi keuangan digital. Namun, masih terdapat pelaku UMKM yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Perkembangan fintech dan platform digital banking diharapkan mampu menjadi solusi dalam memperluas akses keuangan, termasuk bagi UMKM sektor kuliner di Kota Bandar Lampung. Selain itu, pemanfaatan teknologi keuangan juga perlu ditinjau dari perspektif Islam agar selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fintech dan platform digital banking terhadap inklusi keuangan pada UMKM kuliner di Bandar Lampung, baik secara parsial maupun simultan, serta meninjau inklusi keuangan dalam perspektif Islam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM berpenghasilan rendah di Kota Bandar Lampung yang berjumlah 30.940 UMKM. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 UMKM kuliner. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan Google Form dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan UMKM, yang berarti semakin tinggi pemanfaatan fintech, maka semakin meningkat tingkat inklusi keuangan pelaku UMKM. Platform digital banking juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan, yang menunjukkan bahwa kemudahan, keamanan, dan efisiensi layanan perbankan digital mendorong UMKM untuk lebih aktif menggunakan layanan keuangan formal. Secara simultan, fintech dan platform digital banking berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan UMKM. Dari perspektif Islam, pemanfaatan fintech dan digital banking dinilai sejalan dengan prinsip syariah selama tidak mengandung unsur riba, gharar, dan maysir, serta memberikan kemaslahatan dalam mendukung aktivitas ekonomi UMKM. ABSTRACT Financial inclusion is a crucial factor in driving the growth and sustainability of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), particularly amidst the development of digital financial technology. However, some MSMEs still face limited access to formal financial services. The development of fintech and digital banking platforms is expected to provide solutions to expand financial access, including for MSMEs in the culinary sector in Bandar Lampung City. Furthermore, the use of financial technology also needs to be reviewed from an Islamic perspective to ensure its alignment with Sharia principles. This study aims to analyze the influence of fintech and digital banking platforms on financial inclusion among MSMEs in the culinary sector in Bandar Lampung, both partially and simultaneously, and to examine financial inclusion from an Islamic perspective. The population in this study is all low-income MSMEs in Bandar Lampung City, totaling 30,940 MSMEs. Sampling was conducted using the Slovin formula with a 10% margin of error, resulting in a sample of 100 MSMEs in the culinary sector. Data are collected through a questionnaire using Google Forms and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) using the SmartPLS 4 application. The results show that fintech has a positive and significant effect on MSME financial inclusion, meaning that the higher the utilization of fintech, the higher the level of financial inclusion of MSMEs. Digital banking platforms are also shown to have a positive and significant effect on financial inclusion, indicating that the convenience, security, and efficiency of digital banking services encourage MSMEs to more actively use formal financial services. Simultaneously, fintech and digital banking platforms significantly influence MSME financial inclusion. From an Islamic perspective, the use of fintech and digital banking is considered in line with Sharia principles as long as they do not contain elements of riba (usury), gharar (gharar), and maysir (gambling), and provide benefits in supporting MSME economic activities.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Perbankan Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 02:53 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 02:53 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43241 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


