FIGO, RANGGA BAGASKARA (2026) PEMBINAAN INTEGRITAS PESERTA DIDIK KELAS XI MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN ISLAM DI SMA PERINTIS 2 BANDAR LAMPUNG. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRACT Building student integrity is a crucial priority in modern education, particularly amidst the increasingly complex moral challenges facing the younger generation. One strategic effort implemented by schools is strengthening religious activities as a means of character development. This research is motivated by the phenomenon of increased discipline and honesty among students after participating in religious activities at SMA Perintis 2 Bandar Lampung. These activities include congregational Dhuha and Dhuhur prayers, tadarus (Islamic recitation), mentoring, moral studies, and the implementation of the mandate of the Rohis organization, which are thought to play a role in shaping student integrity both personally and socially. This study employed a descriptive qualitative approach, collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques, and their validity was tested through source and technique triangulation. The analysis focused on describing the role of religious activities in fostering discipline and honesty as part of student integrity. This study concludes that the development of integrity of eleventhgrade students at SMA Perintis 2 Bandar Lampung through Islamic religious activities is implemented in an integrated manner between the formal curriculum and the hidden curriculum. Discipline is formed through the habituation of scheduled activities such as congregational prayer, tadarus, PHBI, and short-term Islamic boarding school which fosters time discipline, responsibility, and obedience that develop into internal awareness. Honesty is fostered through Islamic Religious Education learning, honesty canteen, spiritual awareness-based exam evaluation, Friday alms program, as well as strengthening the mandate in the Rohis organization and a culture of self-reflection, so that the value of ṣidq is internalized as self-control and moral commitment. The success of the development is supported by the example of teachers and a consistent religious culture of the school, but is also influenced by external factors such as the family environment, social circles, and social media. Thus, religious activities play a strategic role in shaping the integrity of students which includes cognitive, affective, and behavioral dimensions in a comprehensive and sustainable manner. ABSTRAK Pembentukan integritas peserta didik menjadi prioritas penting dalam pendidikan modern, terutama di tengah tantangan moral yang semakin kompleks dalam kehidupan generasi muda. Salah satu upaya strategis yang diterapkan sekolah adalah penguatan kegiatan keagamaan sebagai sarana pembinaan karakter. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya kedisiplinan dan kejujuran peserta didik setelah mengikuti kegiatan keagamaan di SMA Perintis 2 Bandar Lampung. Kegiatan tersebut meliputi salat dhuha dan zuhur berjamaah, tadarus, mentoring, kajian akhlak, serta pelaksanaan amanah organisasi Rohis, yang diduga berperan dalam membentuk integritas peserta didik baik secara personal maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Proses analisis difokuskan pada penggambaran peran kegiatan keagamaan dalam membentuk kedisiplinan dan kejujuran sebagai bagian dari integritas peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan integritas peserta didik kelas XI di SMA Perintis 2 Bandar Lampung melalui kegiatan keagamaan Islam dilaksanakan secara terintegrasi antara kurikulum formal dan *hidden curriculum*. Kedisiplinan dibentuk melalui pembiasaan kegiatan terjadwal seperti salat berjamaah, tadarus, PHBI, dan pesantren kilat yang menumbuhkan disiplin waktu, tanggung jawab, dan kepatuhan yang berkembang menjadi kesadaran internal. Kejujuran dibina melalui pembelajaran PAI, kantin kejujuran, evaluasi ujian berbasis kesadaran spiritual, program infak Jumat, serta penguatan amanah dalam organisasi Rohis dan budaya refleksi diri, sehingga nilai ṣidq terinternalisasi sebagai kontrol diri dan komitmen moral. Keberhasilan pembinaan didukung oleh keteladanan guru dan budaya religius sekolah yang konsisten, namun dipengaruhi pula oleh faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, pergaulan, dan media sosial. Dengan demikian, kegiatan keagamaan berperan strategis dalam membentuk integritas peserta didik yang mencakup dimensi kognitif, afektif, dan perilaku secara komprehensif dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 03:04 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 03:04 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43215 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


