HIKMA, APRIANI (2026) IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PENINGKATAN KUALITAS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa karena metode ceramah dan hafalan yang kurang interaktif. Model Pembelajaran Inkuiri (IBL) diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa melalui penyelidikan aktif dan refleksi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi IBL dalam pembelajaran PAI, dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Penerapan model IBL dianalisis untuk menilai dampaknya terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI. Berdasarkan hasil analisis implementasi model pembelajaran inkuiri dalam mata pelajaran PAI di SMK Negeri 2 Bandar Lampung, dapat disimpulkan bahwa penerapan model ini berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Implementasi model pembelajaran inkuiri melalui tiga tahap utama yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Model pembelajaran inkuiri telah meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, yang terbukti dari kemampuan mereka untuk menganalisis masalah agama dan sosial secara lebih mendalam. Selain itu, model ini juga berkontribusi besar dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa dengan memberi mereka kontrol lebih besar atas proses pembelajaran mereka, seperti mengatur waktu belajar dan menyusun temuan secara mandiri. Keberhasilan penerapan model ini dipengaruhi oleh faktor-faktor kunci, seperti persiapan guru yang matang, dukungan orang tua, sumber daya pembelajaran yang memadai, serta lingkungan kelas yang mendukung kolaborasi antar siswa. Secara keseluruhan, model pembelajaran inkuiri terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMK, memperdalam pemahaman agama siswa, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan sosial dengan keterampilan berpikir kritis yang lebih baik. ABSTRACT Islamic Religious Education (PAI) learning in Vocational High Schools (SMK) faces challenges in developing students’ critical thinking skills and learning independence due to the less interactive methods of lectures and memorization. The Inquiry-Based Learning (IBL) model is expected to enhance student engagement through active inquiry and selfreflection. This study aims to analyze the implementation of IBL in PAI learning, its impact on students’ critical thinking and learning independence, and the factors influencing its success at SMK Negeri 2 Bandar Lampung. This study used a qualitative approach with a descriptive qualitative design. Data were collected through observation, interviews, and pre-tests and post-tests to measure improvements in students’ critical thinking skills and learning independence. The application of the IBL model was analyzed to assess its impact on student engagement in PAI learning. Based on the results of the analysis of the implementation of the inquiry learning model in Islamic Education subjects at SMK Negeri 2 Bandar Lampung, it can be concluded that the application of this model has succeeded in improving students’ critical thinking and independent learning skills. The implementation of the inquiry learning model consists of three main stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The inquiry learning model has improved students’ critical thinking skills, as evidenced by their ability to analyze religious and social issues in greater depth. In addition, this model also contributes significantly to improving students’ independence in learning by giving them greater control over their learning process, such as managing their study time and compiling findings independently. The successful implementation of this model is influenced by key factors, such as thorough teacher preparation, parental support, adequate learning resources, and a classroom environment that supports collaboration among students. Overall, the inquiry-based learning model has proven effective in improving the quality of PAI learning in vocational schools, deepening students’ understanding of religion, and preparing them to face social challenges with better critical thinking skills.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 02:22 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 02:22 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43195 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


