LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN SIKAP EMPATI DI SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG

M., IBROHIM SUTA (2026) LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN SIKAP EMPATI DI SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI M. IBROHIM SUTA.pdf] PDF
Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya empati yang dialami oleh sebagian siswa kelas 10 di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung seperti tidak menghargai ketika ada yang berbicara dan berkomunikasi dengan bahasa yang tidak pantas yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya kesadaran untuk menghargai orang lain dan mulai tumbuh keinginan untuk mengemukakan pendapatnya sendiri sehingga remaja cenderung untuk mengutamakan dirinya sendiri dan tidak menghargai orang lain, maka diperlukan upaya layanan bimbingan konseling individu untuk meningkatkan empati siswa sehingga hal tersebut dapat di tanggulangi. Selanjutnya tujuan penelitian ini adalah mengetahui meningkatkan sikap empati siswa melalui layanan konseling individu kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, dengan jenis penelitian kualitatif atau lapangan (field research) dan sifat penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Adapun populasi dalam penelitian ini adalah 286 siswa kelas X dan 1 guru bimbingan konseling dengan pengambilan sempel menggunakan teknik purposive sampling yakni berdasarkan kriteria. Maka, penelitian ini menggunakan 6 orang sampel yang terdiri dari 5 orang siswa dan 1 guru bimbingan konseling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian dan verifikasi data. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan konseling individu di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung berjalan dengan baik, terlihat dari beberapa aspek antara lain: Pelaksanaan konseling individu, kondisi guru BK, kondisi siswa dan upaya pelaksanaan layanan konseling individu dalam meningkatkan empati dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya layanan konseling individu meliputi: (1) Tahap awal terdiri dari ditemukan siswa yang melakukan pelanggaran atau memiliki masalah, siswa di panggil oleh wali kelas, wali kelas melaporkan ke guru BK, guru bimbingan konseling memanggil siswa yang melakukan pelanggaran atau memiliki masalah ke ruang BK. (2) Tahap pertengahan terdiri dari guru BK menanyakan alasan siswa, guru BK memberikan pengarahan. (3) Tahap Akhir terdiri dari memberikan sanksi agar siswa tidak melakukan pelanggaran kembali sanksi berupa pemberian poin, jika masalah tidak selesai di guru BK maka akan di bantu oleh wakil kepala sekolah dan kepala sekolah, apabila masalah yang ditimbulkan siswa termasuk tindakan kriminal dan kekerasan, maka pihak sekolah akan menghubungi orang tua siswa untuk datang ke sekolah. Kata kunci: Konseling Individu, Empati. ABSTRACT This research is motivated by the low empathy experienced by some 10th grade students at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, such as showing disrespect when someone speaks and communicates with inappropriate language. These behaviors are caused by various factors, including a lack of awareness to respect others and the growing desire among adolescents to express their own opinions, which tends to prioritize self-interest over respecting others. Therefore, individual counseling services are necessary to improve students' empathy and address this issue. The purpose of this study is to examine the increase in students' empathetic attitudes through individual counseling services for 10th-grade students at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, with qualitative or field research types and descriptive research nature. This research uses qualitative approach. The population in this study onsists of 286 10th-grade students and one counseling teacher, with a purposive sampling technique applied based on criteria. Six samples were selected, comprising five students and one counseling teacher. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques involved data reduction, presentation, and verification. This study concludes that the implementation of individual counseling at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung is running effectively, as evidenced by several aspects, including the execution of counseling sessions, the condition of guidance and counseling (BK) teachers, the students’ condition, and the efforts in implementing individual counseling services to improve empathy. The research findings show that the individual counseling process includes the following steps: (1) The initial stage consists of finding students who have committed violations or have problems, students are called by the homeroom teacher, the homeroom teacher reports to the guidance and counseling teacher, the guidance and counseling teacher calls students who have committed violations or have problems to the guidance and counseling room. (2) The middle stage consists of the guidance and counseling teacher asking the student's reasons, the guidance and counseling teacher giving directions. (3) The final stage consists of giving sanctions so that students do not commit violations again, sanctions in the form of giving points, if the problem is not resolved by the guidance and counseling teacher, the vice principal and the principal will help, if the problem caused by students includes criminal acts and violence, the school will contact the student's parents to come to school. Keywords: counseling Individual, Empathy.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling Islam
Divisions: Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Mar 2026 07:47
Last Modified: 12 Mar 2026 07:47
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43181

Actions (login required)

View Item View Item