ANALISIS BAGI HASIL PENGGARAPAN SAWAH PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Desa Sinar Jawa Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus)

USWATUN, HASANAH (2026) ANALISIS BAGI HASIL PENGGARAPAN SAWAH PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Desa Sinar Jawa Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of ARTIKEL USWATUN.pdf] PDF
Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menelusuri praktik pembagian hasil dalam pengelolaan lahan sawah di Desa Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsipprinsip Hukum Ekonomi Syariah. Bentuk kerjasama yang ada di desa ini dilaksanakan secara verbal berdasarkan tradisi yang telah ada sejak lama, dengan pembagian hasil 50% untuk pemilik tanah dan 50% untuk dua orang yang menggarap. Namun, pembagian ini kerap menyebabkan ketidakadilan karena penggarap menanggung biaya produksi yang lebih besar, seperti untuk benih, pupuk, dan perawatan, dibandingkan dengan pemilik lahan. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik tanah dan penggarap serta dokumentasi relevan. Analisis teori dilakukan dengan merujuk pada konsep akad dalam muamalah, khususnya akad muzara‟ah. Temuan studi menunjukkan bahwa praktik bagi hasil yang ada belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah, terutama mengenai kejelasan akad, pembagian modal, dan keadilan dalam pembagian hasil panen. Sistem yang digunakan masih mengandung ketidakadilan dalam distribusi keuntungan. Penelitian ini menekankan perlunya penerapan akad syariah yang jelas dan transparan untuk menciptakan kerjasama yang adil sesuai dengan Hukum Ekonomi Syariah. ABSTRACT This study explores the profit-sharing practices in paddy field management in Sinar Jawa Village, Air Naningan District, Tanggamus Regency, and assesses their compliance with the principles of Islamic Economic Law. The existing cooperation model in the village is carried out verbally based on long-standing local traditions, with a 50% share allocated to the landowner and the remaining 50% distributed between two cultivators. However, this distribution often leads to unfair outcomes, as the cultivators bear a greater portion of production costs such as seeds, fertilizer, and maintenance compared to the landowner. This research employs a qualitative method with a field research approach, in which data were collected through interviews with landowners and cultivators as well as relevant documentation. The theoretical analysis refers to concepts of contracts (akad) in Islamic transactions (muamalah), particularly the muzara‟ah contract. The study‟s findings indicate that the existing profit-sharing practice does not fully align with Islamic principles, especially regarding contract clarity, capital allocation, and fairness in crop distribution. The current system still contains elements of inequity in the distribution of benefits. This research highlights the need for the application of clear and transparent Sharia-compliant contracts to establish fair cooperation in accordance with Islamic Economic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 09 Mar 2026 06:41
Last Modified: 09 Mar 2026 06:41
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43096

Actions (login required)

View Item View Item