TRADISI PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT KELURAHAN TANAH PAK LAMBIK KECAMATAN PADANG PANJANG TIMUR KOTA PADANG PANJANG SUMATRA BARAT PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM

HUSNADATUL, HIDAYAH (2026) TRADISI PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT KELURAHAN TANAH PAK LAMBIK KECAMATAN PADANG PANJANG TIMUR KOTA PADANG PANJANG SUMATRA BARAT PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI BAB I DAN II HUSNADATUL.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI HUSNADATUL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik pernikahan adat masyarakat Kelurahan Tanah Pak Lambik Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang Sumatra Barat. Praktik pernikahan yang dikategorikan ideal, pantang, dan sumbang ini masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang hendak melangsungkan perkawinan. Hal ini disebabkan karena setiap bentuk pernikahan memiliki konsekuensi atau denda adat yang harus dipenuhi agar pernikahan dapat berlangsung dengan baik serta diterima oleh keluarga besar maupun oleh masyarakat setempat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan tradisi perkawinan adat masyarakat Kelurahan Tanah Pak Lambik Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang Sumatra Barat dan bagaimana analis hukum Islam praktik perkawinan adat masyarakat Kelurahan Tanah Pak Lambik Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang Sumatra Barat. Teori yang digunakan meliputi `Urf. Penelitian ini termasuk jenis lapangan (field research dengan sumber data primer dari hasil wawancara dengan tiga orang pakar adat, dan dua belas orang masyarakat dan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah Buku, Jurnal, Skripsi terkait, Al-Quran, Hadits, dan Undang-Undang yang berlaku. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Praktik prosesi pernikahan masyarakat Kelurahan Tanah Pak Lambik Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang Sumatra Barat yaitu maresek, maminang, batimbang tando, manjapuik marapulai, akad nikah, hingga baralek yang memiliki fungsi sosial yang kuat sebagai mekanisme penjaga kehormatan keluarga, sealin itu pernikahan yang terjadi pada umunya melakukan pernikahan ideal atau pernikahan yang di pandang baik, pernikahan pantang dan sumbang yaitu pernikahan yang di anggap merusak norma adat. Pelanggaran terhadap larangan adat tersebut dapat dikenai sanksi berupa denda hewan ternak atau pengucilan sosial, tergantung berat ringannya pelanggaran. Jika di analisis melalui Hukum Keluarga Islam proses praktik pernikahan yang terjadi telah sesuai dengan syariah Islam karena terpenuhi rukun dan syarat pernikahan, namun ada beberapa praktik pernikahanya yang tidak sesuai dengan hukum Islam. Tujuan pernikahan itu sendiri adalah mewujudkan ketenangan, cinta dan kasih sayang, sesuai dengan ajaran surah Ar-Rum ayat 21. Adapun batasan mengenai hubungan darah yang diharamkan untuk dinikahi telah diatur secara jelas dalam surah An-Nisa ayat 23-24. Dengan memahami prinsip-prinsip tersebut, dapat dilihat bahwa adat tetap sejalan dengan ajaran Islam bukan didasarkan pada batasan-batasan nasab yang bertentangan dengan syariat. Oleh karena itu, praktik perkawinan adat di Tanah Pak Lambik dapat diterima dan tetap relevan selama tidak melanggar ketentuan rukun, syarat, maupun larangan pernikahan dalam Islam. ABSTRACT This study was motivated by the traditional marriage practices of the community in Tanah Pak Lambik Village, Padang Panjang Timur District, Padang Panjang City, West Sumatra. These marriage practices, which are categorized as ideal, taboo, and inappropriate, still pose a challenge for people who want to get married. This is because each type of marriage has consequences or customary fines that must be fulfilled in order for the marriage to proceed smoothly and be accepted by the extended family and the local community. The research questions in this study are how the traditional marriage customs of the community in Tanah Pak Lambik Village, Padang Panjang Timur District, Padang Panjang City, West Sumatra are practiced, and how Islamic law analyzes the traditional marriage practices of the community in Tanah Pak Lambik Village, Padang Panjang Timur District, Padang Panjang City, West Sumatra. The theories used include traditional marriage practices of the community and the Islamic Family Law Perspective. This research is field research with primary data sources from interviews with three traditional experts and twelve community members. Secondary data used in this research includes journals, related theses, the Quran, Hadith, and applicable laws. Data collection methods used include observation, interviews, and documentation. The wedding practices of the community in Tanah Pak Lambik Village, Padang Panjang Timur District, Padang Panjang City, West Sumatra, include maresek, maminang, batimbang tando, manjapuik marapulai, marriage contract, and baralek, which have a strong social function as a mechanism for protecting family honor. In addition, marriages that occur are generally ideal marriages or marriages that are considered good, while pantang and sumbang marriages are considered to violate traditional norms. Violations of these customary prohibitions can be punished with fines in the form of livestock or social exclusion, depending on the severity of the violation. When analyzed through Islamic Family Law, the marriage practices that occur are in accordance with Islamic sharia because they fulfill the pillars and requirements of marriage, but there are some marriage practices that are not in accordance with Islamic law. The purpose of marriage itself is to achieve peace, love, and affection, in accordance with the teachings of Surah Ar-Rum verse 21. The restrictions on blood relations that are forbidden to marry are clearly regulated in Surah An-Nisa verses 23-24. By understanding these principles, it can be seen that customs are still in line with Islamic teachings and are not based on bloodline restrictions that contradict Sharia law. Therefore, traditional marriage practices in Tanah Pak Lambik are acceptable and remain relevant as long as they do not violate the provisions of the pillars, requirements, and prohibitions of marriage in Islam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 24 Feb 2026 03:27
Last Modified: 24 Feb 2026 03:27
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42859

Actions (login required)

View Item View Item