KONSEP AMAH MENURUT NAWAWI AL-BANTANI SERTA RELEVANSINYA DENGAN KESETARAAN GENDER

Latifatul, Masfufah (2026) KONSEP AMAH MENURUT NAWAWI AL-BANTANI SERTA RELEVANSINYA DENGAN KESETARAAN GENDER. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of ARTIKEL LATIFA.pdf] PDF
Download (9MB)

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini, akan dianalisis dasar filosofis buku Uqūd al-Lujayn karya Nawawi al-Bantani, yang menempatkan hubungan suami-istri dalam kerangka patriarki dan secara khas menyebut istri sebagai "budak" atau "tawanan," sebuah deskripsi yang memicu kontroversi kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep Amah menurut Nawawi al-Bantani serta relevansinya dengan kesetaraan gender. Penelitian ini menggabungkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research), serta menggunakan data sekunder dan literatur, termasuk buku, artikel, dan jurnal yang berkaitan pemikiran Nawawi al-Bantani mengenai konsep Amah, serta sudut pandang dan sumber lain yang relevan yang ditinjau melalui analisis konten (content analysis). Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep Amah dimaknai sebagai perlindungan dan kasih sayang terhadap istri hal ini menunjukkan bahwa konsep ini masih relevan dalam hukum keluarga Islam masa kini, sedangkan konsep Amah dalam hal pembatasan terhadap perempuan dan simbolisasi subordinasi dinilai bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender. Penelitian ini menegaskan pentingnya kontekstualisasi ulang pemikiran hukum Islam klasik agar sesuai dengan tuntutan keadilan dan keharmonisan relasi keluarga masa kini. ABSTRACT In this study, the philosophical basis of Nawawi al-Bantani's book Uqūd al- Lujayn will be analyzed. This book places the husbandwife relationship within a patriarchal framework and typically refers to the wife as a "slave" or "captive," a description that has sparked contemporary controversy. The purpose of this study is to examine the concept of Amah according to Nawawi al-Bantani and its relevance to gender equality. This study employs a qualitative descriptive method combined with a library research approach, drawing on secondary data and relevant literature, including books, articles, and academic journals related to Nawawi al-Bantani’s thought on the concept of Amah, as well as other relevant perspectives and sources, which are examined through content analysis. The research findings indicate that the concept of Amah is interpreted as protection and compassion toward wives, demonstrating its continued relevance in contemporary Islamic family law. However, the concept of Amah in terms of restrictions on women and the symbolization of subordination is considered contradictory to the principle of gender equality. This research affirms the importance of recontextualizing classical Islamic legal thot to align with the demands of justice and harmony in contemporary family relationships.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Feb 2026 07:53
Last Modified: 23 Feb 2026 07:53
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42854

Actions (login required)

View Item View Item