TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PENUKARAN BIJI KOPI DENGAN BUBUK KOPI DI DESA BAHWAY KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT

CINDY, NURLIANTI (2026) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PENUKARAN BIJI KOPI DENGAN BUBUK KOPI DI DESA BAHWAY KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 CINDY N.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI CINDY NURLIANTI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Muamalah merupakan tukar menukar barang atau sesuatu yang memberikan manfaat dengan cara yang ditentukan seperti jual beli, tukar menukar, sewa menyewa, upah mengupah, pinjam meminjam dan sebagainnya, Penelitian ini mengkaji praktik penukaran biji kopi dengan bubuk kopi di Desa Bahway, Lampung Barat, dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Latar belakangnya adalah kebiasaan masyarakat petani kopi yang lebih memilih menukar biji kopi dengan bubuk kopi siap konsumsi, memunculkan pertanyaan tentang kesesuaiannya dengan prinsip syariah, terutama terkaitdengan akda ijarah. Praktik ini melibatkan tambahan uang (Rp 8.000/kg), perbedaan berat (6 ons bubuk/kg biji), dan perbedaan kualitas, yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana praktik penukaraan biji kopi dengan bubuk kopi di Desa Bahway Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat dan bagaimana pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik tersebut. Penelitian bertujuan menganalisis praktik ini dari sudut pandang Hukum Ekonomi Syariah untuk memberikan pemahaman dan solusi alternatif yang lebih sesuai. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara (pemilik usaha dan konsumen), dan dokumentasi. Sampel penelitian (13 orang) dipilih menggunakan accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif, meliputi pemeriksaan, perbaikan, dan sistematika data, untuk memahami makna dan hubungan antar aspek dari sudut pandang informan. Hasil penelitian menunjukkan praktik penukaran biji kopi kopi dengan bubuk kopi di Desa Bahway yakni dengan cara konsumen akan membawa biji kopi dan menukarnya dengan bubuk kopi secara lansung dan dengan adanya tambahan biaya dan juga pengurangan berat sebagai biaya jasa, namun praktik penukaran biji kopi dengan bubuk kopi di Desa Bahway ini belum sepenuhnya sesuai dengan Hukum Ekonomi Syariah. Dikarenakan terdapat ketidak jelasaan mengenai pengurangan berat dan tambahan biaya yang dibebankan kepada konsumen, sehingga mengandung unsur gharar dan berpotensi menimbulkan ketidak adilan dalam akad. Dikarenakan ketidak jelasaan tersebut maka praktik ini tidak dapat sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah. ABSTRACT Muamalah refers to the exchange of goods or something that provides benefits in a specified manner, such as buying and selling, bartering, leasing, hiring, borrowing, and so on. This research examines the practice of exchanging coffee beans for coffee powder in Bahway Village, West Lampung, from the perspective of Islamic Economic Law. The background is the habit of coffee farmers who prefer to exchange coffee beans for ready-to-consume coffee powder, raising questions about its conformity with Sharia principles, especially concerning the ijarah contract. This practice involves additional money (Rp 8,000/kg), weight differences (6 ounces of powder/kg of beans), and quality differences, which potentially lead to injustice. The research questions in this study are how the practice of exchanging coffee beans for coffee powder is carried out in Bahway Village, Balik Bukit District, West Lampung Regency, and what the perspective of Islamic Economic Law is on this practice. The research aims to analyze this practice from the perspective of Islamic Economic Law to provide understanding and more appropriate alternative solutions. The research method is descriptive qualitative with a field approach. Data were collected through observation, interviews (business owners and consumers), and documentation. The research sample (13 people) was selected using accidental sampling. Data analysis was performed using descriptive qualitative techniques, including data examination, correction, and systematization, to understand the meaning and relationships between aspects from the perspective of informants. The results of the study show that the practice of exchanging coffee beans for coffee powder in Bahway Village is carried out by consumers bringing coffee beans and exchanging them directly for coffee powder, with additional costs and weight reduction as service fees. However, this practice of exchanging coffee beans for coffee powder in Bahway Village is not fully in accordance with Islamic Economic Law. Although it is done on a voluntary basis, this exchange is not fully in accordance with the pillars and conditions of the ijarah contract. There is a lack of clarity on the object of service in the exchange because the additional costs and weight reduction are not explained in detail to consumers. This causes a "defect" in the ijarah contract, making the exchange not categorized as a valid ijarah contract

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Feb 2026 03:01
Last Modified: 23 Feb 2026 03:01
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42842

Actions (login required)

View Item View Item